Politik Identitas Masyarakat Tengger dalam Mempertahankan Sistem Kebudayaan dari Hegemoni Islam dan Kekuasaan
Abstract
Artikel ini mengeksplorasi dinamika masyarakat Tengger dalam mempertahankan sistem kebudayaan dari ekspansi Islam dan kekuasaan pemerintah Indonesia. Penelitian dengan mengambil lokus di dua desa, Ngadisari dan Sapikerep, Probolinggo. Dengan menggunakan perspektif teori representasi, penelitian ini hendak mengelaborasi strategi masyarakat Tengger dalam merepresentasi identitas diri mereka di tengah-tengah dinamika perubahan zaman. Dinamika dialektika antara Tengger dengan kekuasaan (Islam) melahirkan dua proposisi penting. Pertama, karena kuatnya tradisi dan sistem kebudayaan masyarakat Tengger, baik ideologi Hindu maupun Islam, dimaknai sebagai sistem kebudayaan yang tidak ubahnya hanya melekat secara simbolik bagi masyarakat Tengger. Kedua, meskipun terkesan sinkretis, sesungguhnya Islam maupun Hindu juga membentuk world view masyarakat Tengger secara subtantif dan kultural. Pandangan kedua tidak ubahnya seperti sistem keagamaan masyarakat Jawa pada umumnya yang menganut agama Islam. ”Islam Jawa” di balik wataknya seolah-olah sinkretis, namun sesungguhnya tetap menunjukkan ”Islam subtansial” karena berbasis tradisi keagamaan tasawuf.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Hefner, R. W. (1985). Hindu Javanese: Tengger tradition and Islam. Princeton: Princeton University Press.
Hefner, R. W. (1990). The political economy of mountain Java: An interpretative history. California: University of California Press.
Hefner, R. W. (1999). Geger Tengger: Perubahan sosial dan perkelahian politik. Yogyakarta: LKiS.
Hodgson, M. (1974). The venture of Islam: Conscience and history in a world civilization (Vol. 3). Chicago: University of Chicago Press.
Moleong, L. J. (2002). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Peacock, J. (1978). Muslim puritans: Reformist psychology in South-east Asian Islam. Berkeley: University of California Press.
Pigeaud, T. G. (1962). Java in the fourteenth century: A study in cultural history (Vol. 5). The Hague: Martinus Nijhoff.
Smelser, N. J. (n.d.). Mechanism of change and adjustment to change. Garden City, NY: Natural History Press.
Woodward, M. R. (1999). Islam Jawa: Kesalehan normatif versus kebatinan. Yogyakarta: LKiS.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v17i1.3083
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |

