MEMAKNAI TRADISI UPACARA LABUHAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP MASYARAKAT PARANGTRITIS

Abdul Jalil

Abstract


This article discusses the meaning of the “Labuhan Ceremony” and the effects on Parangtritis society. The research is based on the writer’s experience as students’ field project supervisor of Madrasah Aliyah Wahid Hasyim. The methodology used for this research is qualitative descriptive. Interviews, literature, brochures and media information were analyzed. It is concluded that according to Parangtritis people, the context of Labuhan ceremony is not only the myth of Queen of the South (Ratu Kidul), but they also believe that the most important context of the “Labuhan Ceremony” is grateful towards the God who was supreme over the devolution of grace. Labuhan has effects on their belief, economis, and safety.


Tulisan ini mendiskusikan makna tradisi upacara labuhan dan pengaruhnya bagi masyarakat Parangtritis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pendampingan penulis kepada siswa-siswi Madrasah Aliyah Wahid Hasyim sebagai tugas akhir berupa karya ilmiah berbasis field trip. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, literatur, leaflet, dan brosur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut masyarakat Parangtritis, Labuhan tidak semata-mata hanya mitos dari nenek moyangnya agar terhindar dari kesialan, tetapi Labuhan dilestarikan sematamata sebagai rasa syukur terhadap Dzat yang maha agung atas pelimpahan anugerah yang diterima. Selain itu, Labuhan memiliki pengaruh terhadap kepercayaan kepercayaan/agama, ekonomi,dan keamanan.

Keywords


Tradition; culture; local wisdom

Full Text:

PDF

References


Arinton Pudja Soepanto, I. G. N. (1990). Upacara tradisional Labuhan Kraton Yogyakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya.

Diharja, P. J. (1995). Merapi dan Labuhan Ageng. Basis, 92–93.

Murniatmo, G., et al. (2003). Budaya spiritual petilasan Parangkusumo dan sekitarnya. Yogyakarta: Wahyu Indah Offset.

Rahayu, U. S., Maulana, Y. P., Wijoseno, B., Sulaiman, E., Fika, M., & Giyarno, M. H. (2006). Misteri-cinta di tempat keramat: Nyi Roro Kidul, malam 1 Suro, dan Jumat Kliwon. Jakarta: Primamedia Pustaka.

Sholikhin, M. (2009). Kanjeng Ratu Kidul: Dalam perspektif Islam Jawa. Yogyakarta: Narasi.

Sumarjiyanto. (2004). Mitologi makam Syekh Maulana Maghribi di Parangtritis Bantul [Undergraduate thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta].

Yusuf, M. (2006). Dunia orang Parangkusumo: Studi kasus wong wedok nakal [Master’s thesis, Universitas Gadjah Mada].




DOI: https://doi.org/10.18860/el.v17i1.3088

Editorial Office:  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jalan Gajayana No.50, Malang, Indonesia 65144

CC BY-NC-SA 4.0

This work is licensed under a CC-BY-NC-SA.
ISSN: 1858-4357 | e-ISSN: 2356-1734

Phone: +6282333435641
Fax: (0341) 572533
Email: elharakah@uin-malang.ac.id
elharakahjurnal@gmail.com
Website: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang