Discourse of Asceticism: A Critical Textual Analysis and Social-Identity Practices in Pesantren
Abstract
The discourse of asceticism functions as a distinctive identity that reflects the idealization of pesantren life, rooted in a high level of spirituality. Previous studies have explored pesantren traditions from various angles but none have provided a holistic account of asceticism within pesantren. This research offers novelty by analyzing ascetic traditions through both discourse and social practice, highlighting how santri’s interaction with their social environment shapes and sustains these values. This study aims to present expressions of asceticism within linguistic discourse and to describe its dimensions in pesantren traditions as reflections of that discourse. This research is categorized as descriptive qualitative research, employing Fairclough's conception of discourse theory, focusing on both the textual level and the dimension of social practice. Two key findings emerge: first, the linguistic characteristics of the three pesantren reflect asceticism through calligraphy and Islamic advice, promoting spiritual deepening, socio-spiritual relationships, the strengthening of faith and reliance on God, the development of intellect and character, self-restraint from materialism, and a simple way of life.. Second, the dimension of asceticism in the pesantren tradition is reflected in spiritual practices and a distinctive lifestyle, such as concentration on God, affirmation of monotheism, love for the Prophet Muhammad, self-restraint from arrogance, and the creation of harmony through self-discipline. In conclusion, within the pesantren tradition, the conception of ascetic discourse is expressed through linguistic discourse that reflects the distinctive aspects of pesantren life in deepening Islamic spirituality and embracing simplicity. Further studies are needed to compare the varying ascetic traditions practiced in pesantren across different regions. In addition, conducting surveys with santri would help reveal their perspectives on how linguistic discourse shapes and influences these ideals.
Wacana asketisme berfungsi sebagai identitas khas yang mencerminkan idealisasi kehidupan pesantren, yang berakar pada aspek spiritualitas tinggi. Kajian sebelumnya telah meneliti tradisi pesantren dari berbagai sudut namun belum ada yang memberikan gambaran menyeluruh tentang asketisme dalam pesantren. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menganalisis tradisi asketis melalui perspektif wacana dan praktik sosial, serta menyoroti bagaimana interaksi santri dengan lingkungan sosialnya membentuk dan mempertahankan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan ekspresi-ekspresi asketisme dalam diskursus linguistik dan mendeskripsikan dimensinya dalam tradisi pesantren sebagai refleksi dari diskursus tersebut. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif deskriptif dengan mengambil konsepsi Fairclough tentang teori wacana kebahasaan pada tataran tekstual dan dimensi praktis sosial. Dua temuan utama muncul: Pertama, karakteristik linguistik di tiga pesantren mencerminkan ekspresi asketisme yang berasal dari seni kaligrafi dan nasihat Islam. Wacana ini menyampaikan rekomendasi untuk memperdalam hubungan spiritual dengan Allah, hubungan sosial-spiritual, keimanan dan tawakal, pengembangan intelektualitas dan akhlak, pengendalian diri terhadap materialisme, dan kesederhanaan hidup. Kedua, dimensi asketisme dalam tradisi pesantren terwujud dalam praktik-praktik spiritual dan gaya hidup yang khas. Dimensi-dimensi ini mengarah pada fenomena seperti latihan konsentrasi yang diarahkan kepada Allah, praktik yang menegaskan keesaan Allah, mencintai Rasulullah sebagai bagian dari rukun iman, pengendalian diri terhadap kesombongan, serta upaya untuk menciptakan keharmonisan melalui saling mengatur diri. Sebagai kesimpulan, dalam tradisi pesantren, konsepsi wacana asketisme diekspresikan melalui wacana linguistik yang berisi kekhasan kehidupan pesantren dalam memperdalam spiritualitas islami dan kesederhanaan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan berbagai tradisi asketis yang dipraktikkan di pesantren di berbagai daerah. Selain itu, pelaksanaan survei terhadap para santri akan membantu mengungkap perspektif mereka mengenai bagaimana wacana kebahasaan membentuk dan memengaruhi ideal-ideal tersebut.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, M. (2024). Understanding The Concept of Zuhud in Fashion Trends in The Young Generation of Muslim Women. el Harakah: Jurnal Budaya Islam, 26(2), 227-244. http://dx.doi.org/10.18860/eh.v26i2.29133
Abroh, I. (2018). Qoshidah Burdah dengan Makna Pesantren dan Terjemahnya. Kediri: Pustaka Isyfa’ Lana.
Aderus, A., Huda, N., & Pratama, R. (2024). Religious Moderation and Transnational Islamic Ideology: Phenomena and Implications in Indonesia. Ulumuna: Journal of Islamic Studies, 28(1), 485-509. https://doi.org/10.20414/ujis.v28i1.969
Adnani, K., Udasmoro, W, Noviani, R. (2016). Resistensi Perempuan Terhadap Tradisi-Tradisi di Pesantren Analisis Wacana Kritis Terhadap Novel Perempuan Berkalung Sorban.Kawistara: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora, 7(2), 143-156. https://doi.org/10.22146/kawistara.15520
Ahyar & Nurul, I. (2024). Culture-Based Dakwah and Education Values: A Study of TGH. M. Najamuddin Makmun’s Work. Ulumuna: Journal of Islamic Studies , 28(1), 108-135. https://doi.org/10.20414/ujis.v28i1.702
Al-Ghazali, I. (2003). Ihya’ Ulumuddin. Surabaya: Gitamedia Press.
Al-Jawi, M.N. (2019). Maroqil ‘Ubudiyah Syarah Bidayah Al-Hidayah, Penerjemah: Zaid Husein Al-Hamid. Surabaya: Mutiara Ilmu.
al-Tahanawi, M. A. (1996).Mausuat Kasfu Ishtilahat al-Funun Wa al-Ulum, tahqiq Ali Dahruj. Beirut: Maktabah Libanun Nasyirun.
Ansharullah. (2019). Pakaian Muslimah dalam Perspektif Hadis dan Hukum Islam. Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum 17(1), 65-86. https://doi.org/10.35905/diktum.v17i1.664
Anwar, M. (1998). Sejarah Nabi Muhammad Saw. Jakarta: S.A Alaydrus.
Arikunto, S. (2016). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Aulia, R. N., et al. (2024). Eco-Pesantren Modeling for Environmentally Friendly Behavior: New Lessons from Indonesia.International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) 13 (1), 223-229. http://doi.org/10.11591/ijere.v13i1.25930
Azra, A. (2006).Islam in the Indonesian World: An Account of Institutional Formation. Bandung: Mizan Pustaka.
Bahammam, F. S. (2013). Fikih Modern Praktis 101 Panduan Hidup Muslim Sehari-hari. Jakarta: Kalil.
Bakri, F.A. (2020). Living Qur’an: Tradisi Ratib Samman dalam Tarekat Naqsabandiyah di Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan Pekanbaru dalam Perspektif Al-Qur’an. Skripsi. Riau: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Campo, J.E. (2009).Enciclopaidia of Islam. New York: Fact on File Inc.
Central Government, “Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren” (Regulation Database of the BPK's Legal Documentation and Information Network, 2019), https://peraturan.bpk.go.id/Details/122743/uu-no-18-tahun-2019
Darat, S. (1906) Lathaif al-Taharat wa Asrar al-Sholah Fi Kaifiyat Sholat al-Abidin wa al-Arifin. Semarang: Toha Putera.
Fahrudin, F., Islamy, M., Faqihuddin, A., Parhan, M., & Kamaludin, K. (2024). The Implications of Sufism Akhlaqi to Strengthen The Noble Morals of Indonesian Students. el-Harakah: Jurnal Budaya Islam, 26(1), 74-93. http://dx.doi.org/10.18860/eh.v26i1.26192
Fairclough, N. (2001). Language and Power. England:Pearson Educated Limited.
Fairclough, N. (2011). Critical Discorse Analysis,” in Buku Fairclough Bab I, eds. Nurpadillah, Veni dan Aristia, Fatmawati. Semarang.
Fajrin, D. I., Muda’is, H., Yulianti, Y. (2022). Konsepsi Pengendalian Diri dalam Perspektif Psikologi Sufi dan Filsafat Stoisisme: Studi Komparatif dalam Buku Karya Robert Frager dan Henry Manampiring. Jurnal Riset Agama, 2(1), 164-182. https://doi.org/10.15575/jra.v2i1.17122
Fredricks, R. (2013). Fasting: An Exceptional Humn experience. Bloomington: All Things Well Publications.
Ghofur, W.A. (March 28, 2023). Gaya Hidup di Pesantren. nuonline.or.id. https://www.nu.or.id/opini/gaya-hidup-di-pesantren-ONtbi
Ghoni, A. (2016). Konsep Tawakal dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam: Studi Komparasi Mengenai Konsep Tawakal menurut M. Quraish Shihab dan Yunan Nasution.An-Nuha: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial3 (1), 109-121. https://ejournal.staimadiun.ac.id/index.php/annuha/article/view/103/66
Gulen, F. (2006). Key Concept in The Practice of Sufism: Emiral Hills Of Heart, tras. Ali Unal. New Jersey: The Light Inc.
Hafiun, M. (2017). Zuhud dalam Ajaran Tasawuf.Hisbah: Journal of Islamic Counseling and Da’wah Guidance 14 (1), 77-93. https://doi.org/10.14421/hisbah.2017.141-07
Haryatmoko. (2017). Critical Discourse Analysis (Analisis Wacana Kritis). Depok: RajaGrafindo Persada.
He. (2018). Shengtai Yuyanxue de Chaoxueke Fazhan: Alun Sitibu Jiaoshou Fangtanlu [Interdisciplinary development of ecological linguistics: Interview with Professor Alan Stibbe],”. Foreign Language Studies 2.
Husna, A.N. (2016). Psikologi Anti-Materialisme. Buletin Psikologi, 24 (1),12-21. https://doi.org/10.22146/bpsi.12676
Ibn, A. a., & Utsman, al. (2003). Fatawa An al-Katub. Saudi Arabia: Dar al-Shami’i li al-Natsar Wa al-Tauqi.
Irfan, F., Rahman, N., Azzahra, S. F., Husin, G. M. I. (2023). Pola Makan Sesuai Anjuran Nabi Muhammad SAW Menurut Perspektif Kesehatan.Journal of Creative Student Research (JCSR), 1(5), 393-406. https://doi.org/10.55606/jcsrpolitama.v1i5.2730
Ismail, A. M. (2014).Journal of the Concept of Zuhud According to Imam Ghazali and Ibn Qayyim.In International Conference On Islamic Educations, At UKM Bangi Selangor. https://www.researchgate.net/publication/305476033_Konsep_Zuhud_Menurut_Imam_Ghazali
Istianah. (2015). Shalat Sebagai Perjalanan Ruhani Menuju Allah. Esoterik, 1(1), 47-64. http://dx.doi.org/10.21043/esoterik.v1i1.943.
Khoeron, M. (2022). Pesantren: Dulu, Kini, dan Mendatang. Kementerian Agama Republik Indonesia. https://kemenag.go.id/opini/pesantren-dulu-kini-dan-mendatang-ft7l9d.
Khotimah, K. Lutfitasari, W., Taembo, M., & Hipni, M., (2024). Tawaduk Santri In Nusantara Cultural Perspective: A Multi-Discourse Analysis. el-Harakah: Jurnal Budaya Islam, 26(2), 393-417. http://dx.doi.org/10.18860/eh.v26i2.28684
Kitab al-Zuhd. (1999). Dar al-Basya‟ir al-Islamiyah.
Luan, L., & Dong Z. (2024). Ecological discourse analysis of Russian educational texts based on the transitivity system,” Cogent Arts & Humanities, 11(1), 1-14. https://doi.org/10.1080/23311983.2024.2399369
Muafiah, E., Sofiana, N. E., & Khasanah, U. (2022). Pesantren Education in Indonesia: Efforts to Create Child-Friendly Pesantren,” Ulumuna: Journal of Islamic Studies, 26(2), 447-471. https://doi.org/10.20414/ujis.v26i2.558
Mujieb, M. A. A. (1994). Kamus Istilah Fiqih. Jakarta: Pustaka Firdaus.
Nawir, M. Y., & Indo S. (2024). Tasawuf Maqamat dan Ahwal Serta Perkembangannya dalam Dunia Islam. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 407-414. https://doi.org/10.5281/zenodo.12666257
Ni’mah, Z. A. (2020). Selawat Nabi in The Construction of Local Sufis and Revivalists in Indonesia.Didaktika Religia 8(2), 311-334. https://doi.org/10.30762/didaktika.v8i2.2703
Olson, C. (2011).Religious Studies: The Key Concept. New York: Routledge.
Osborne, T., & Nikolas R. (2024). Against Posthumanism: Notes towards an Ethopolitics of Personhood.” Sage Journals: Theory, Culture & Society, 42(1), 3-21. https://doi.org/10.1177/02632764231178472
Perrin, D.B. (2007). Studying Christian Spirituality. New York: Routledge.
Rahmah, N. M. (2022). Etika Makan Nabi Dalam Perspektif Sains Medis. Prosiding Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam dan Sains, 4(1), 128-133. https://ejournal.uin-suka.ac.id/saintek/kiiis/article/view/3277
Robinson, J.T. (2012).Asceticism, Eschatology, oppotion To Philosophy: The Arabic Translation And Commentary Of Salmon Ben Yerohan On Qohelet (Ecclesiates). Leiden: Koninklijke Brill NV.
Sahid. (October 29, 2019). Cocoghen, Tradisi Masyarakat Madura Menyambut Tanggal 1 Bulan Maulid Nabi. jtvmaduranews.com. https://jtvmaduranews.com/cocoghen-tradisi-masyarakat-madura-menyambut-tanggal-1-bulan-maulid-nabi/bangkalan/
Sarawat, A. (2018).Shalat Berjamaah. Jakarta Selatan: Rumah Fiqih Publishing.
Schaefer, U. (2007). Baha’i Ethics in Light of Scripture: An Introduction, Vol. 1. Oxford: George Ronald Publisher.
Stibbe, A. (2015). Ecolnguistics: language, ecology, and the stories we live by. London and New York: Routledge.
Stucky, K., & Andy. (2022). The evolution of religiosity by kin selection. Routledge Taylor & Francis Group: Religion, Brain & Behavior, 12(4), 347-364. https://doi.org/10.1080/2153599X.2022.2076727
Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.
Sugiyono. (2015). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suhartini, A. (2016). The Internalization of Islamic Values In Pesantren.Jurnal Pendidikan Islam: Islamic Educational Institution Concerning Islamic Education, 2(3), 429-444. https://doi.org/10.15575/jpi.v2i3.827
Sunjana, D., Saringendyanti, E. ., & Nugrahanto, W. (2024). Praktik Asketisme Pra Islam dan Rekonsiliasi terhadap Islamisasi di Gunung Kumbang, Brebes, Jawa Tengah (Abad XVI-XXIM). Jayapangus Press Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 7(4), 170-184. https://doi.org/10.37329/ganaya.v7i4.3485
Suryaningsih & Tedi, G. (2023). Hegemoni Pesantren Bahrul Ulum di Desa Tambak Rejo, Jombang.” Jurnal Locus: Penelitian & Pengabdian, 2(10), 964-975. https://doi.org/10.58344/locus.v2i10.1773
Syukur, A. (2000). Zuhud di Abad Modern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Taimiyah, I. (1963). Majmuah al-Fatawa Shaikh al-Islam. Riyadh: Matabi Riyadh.
Taskiyatuz, Z. A., Aziz, A., Lestari, P. (2024). Peran Tasawuf Untuk Kesehatan Mental Masyarakat Modern.” Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(2), 5383-5388. https://doi.org/10.31004/jrpp.v7i2.27702
Wahid, A. (1971). Pesantren dan Sub-Kultur dalam Bunga Rampai Pesantren. Jakarta: Dharma Bhakti.
Waskito, AM. (2014). Pro dan Kontra Maulid Nabi. Jakarta: Pustaka Al Kautsar.
Ya’cub, A. B. (1974). Makna al-Barzanji dan Pidato Memperingati Sejarah Nabi Muhammad s.a.w. Firma Islamiyah.
Yanggo, H.T. (2010). Fiqh Perempuan Kontemporer. Jakarta: Ghalia Indonesia.
DOI: https://doi.org/10.18860/eh.v27i2.32305
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |

