The Quest of The Islamic Archipelago Inheritance through The Javanese Living Folklore
Abstract
Artikel ini bertujuan menggali warisan Nusantara Islam melalui cerita rakyat orang Jawa yaitu ruwatan. Ruwatan merupakan upacara adat dalam rangka berdoa kepada Tuhan agar kehidupan sukerta (pihak yang menyandang sesuatu penyebab kesialan) tidak akan berada di bawah ancaman Bathara Kala. Tuhanlah satu-satunya yang mampu melepaskan beban sukerta. Dalang berfungsi sebagai mediator sukerta untuk berdoa kepada-Nya. Ruwatan biasanya dilakukan dengan pertunjukan wayang dan dalang mengisahkan Murwakala. Ada beberapa ritual yang dilakoni baik dalang maupun sukerta sebelum dan setelah pertunjukan wayang. Artikel ini membahas pesan Murwakala di mana penulis berpendapat bahwa pesan tersebut tidak bertentangan dengan keyakinan Islam. Fakta menunjukkan bahwa Murwakala diciptakan pada abad ke-17 secara anonim sehingga dapat diasumsikan bahwa itu terkait dengan masuknya Islam ke tanah Jawa.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abrams, M. H. (1981). A glossary of literary terms. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Becker, A. L. (1979). Text building, epistemology, and aesthetic in Javanese shadow theatre. In A. L. Becker & A. A. Yengoyan (Eds.), The imagination of reality. New Jersey: Ablex Publishing Corporation.
Bressler, C. E. (1999). Literary criticism: An introduction to theory and practice. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
Chamamah Soeratno, S. (2011). Sastra, teori & metode. Yogyakarta: Elmatera.
Culler, J. (1977). Structuralist poetics: Structuralism, linguistics, and the study of literature. London: Routledge.
Culler, J. (1983). The pursuit of signs: Semantics, literature, deconstruction. London: Routledge.
Culler, J. (1997). Literary theory. New York: Oxford University Press.
Dananjaya, J. (1994). Folklor Indonesia. Jakarta: Graffiti Press.
Eagleton, T. (1996). Literary theory: An introduction (2nd ed.). Massachusetts: Blackwell Publishers.
Finnegan, R. (1976). Oral poetry: Its nature, significance and social context. Cambridge: Cambridge University Press.
Groenendael, V. M. C. van. (1987). Dalang di balik wayang. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Hinzler, H. I. R. (1981). Bima Swarga in Balinese wayang. The Hague: Martinus Nijhoff.
Iser, W. (1987). The act of reading: A theory of aesthetic response. Baltimore & London: The Johns Hopkins University Press.
Kamajaya, K., et al. (1992). Ruwatan Murwakala: Suatu pedoman. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Kasidi. (1995). Lakon wayang kulit purwa Palasara Rabi: Suntingan teks dan analisis struktural [Master’s thesis].
Soetarno. (1995). Ruwatan di daerah Surakarta. Surakarta: Cendrawasih.
Soetrisno, R. (2008). Wayang sebagai warisan budaya dunia. Jakarta: Penerbit SIC.
Subalidinata, et al. (1985). Sejarah dan perkembangan cerita Murwakala dan Ruwatan dari sumber-sumber sastra Jawa. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jendral Kebudayaan.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v18i1.3499
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |

