Religious Values and Character Education in The Drama “Celengan Tresna”

Budi Waluyo

Abstract


This study departs from the growing academic interest in literature as a medium for moral and spiritual education, reflecting its potential to shape values through narrative and character portrayal. However, previous research has generally treated moral (character education) and religious values as separate domains, without examining their interrelation within a single literary work—especially in the context of modern Indonesian drama. The novelty of this study lies in its integrated analysis of both Islamic religious and character education values in the play Celengan Tresna, revealing how these values interact within the characters and narrative structure. This study aims to examine the Islamic values—such as sincerity (ikhlas), patience (ṣabr), honesty (ṣidq), and responsibility (amānah)—and character education reflected in Budi Waluyo’s drama Celengan Tresna. It employs a qualitative approach with content analysis method, referring to Glock and Stark’s theory of religiosity, which encompasses five dimensions: ideological, ritualistic, experiential, intellectual, and consequential. In analyzing the character education values, this study draws on the framework of Samani and Hariyanto, which outlines 26 education character values. The findings reveal that the play not only presents the religious values of its characters in dealing with life’s pressures, but also highlights various character values such as responsibility, hard work, care, honesty, and politeness, which are embedded within intrinsic elements such as characterization, dialogue, and plot. The study concludes that the play “Celengan Tresna” is not merely a narrative about its characters, but also serves as an effective medium for the internalization of moral and religious values. It also can be used as a practical medium for integrating religious and character education. Teachers may employ it to strengthen students’ moral and spiritual values—such as honesty, responsibility, and humility—through reflective literary learning.



Penelitian ini berangkat dari meningkatnya perhatian akademik terhadap sastra sebagai media pendidikan moral dan spiritual, yang mencerminkan potensinya dalam membentuk nilai-nilai melalui narasi dan penggambaran tokoh. Namun, penelitian sebelumnya umumnya memperlakukan nilai moral (pendidikan karakter) dan nilai religius sebagai dua ranah yang terpisah, tanpa menelaah keterkaitan keduanya dalam satu karya sastra—terutama dalam konteks drama Indonesia modern. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis terpadu antara nilai-nilai religius Islam dan nilai-nilai pendidikan karakter dalam drama Celengan Tresna, yang mengungkap bagaimana kedua nilai tersebut berinteraksi melalui tokoh dan struktur naratif. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah nilai-nilai Islam—seperti keikhlasan (ikhlas), kesabaran (ṣabr), kejujuran (ṣidq), dan tanggung jawab (amānah)—serta nilai-nilai pendidikan karakter yang tercermin dalam drama Celengan Tresna karya Budi Waluyo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi, mengacu pada teori religiusitas Glock dan Stark yang mencakup lima dimensi: ideologis, ritualistik, pengalaman, intelektual, dan konsekuensial. Dalam menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter, penelitian ini mengacu pada kerangka Samani dan Hariyanto yang memuat 26 nilai karakter pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drama ini tidak hanya menampilkan nilai-nilai religius Islam dalam cara tokohnya menghadapi tekanan hidup, tetapi juga menonjolkan berbagai nilai karakter seperti tanggung jawab, kerja keras, kepedulian, kejujuran, dan kesantunan yang terjalin dalam unsur intrinsik seperti penokohan, dialog, dan alur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Celengan Tresna bukan sekadar kisah tentang para tokohnya, tetapi juga berfungsi sebagai media efektif untuk internalisasi nilai-nilai moral dan religius Islam. Selain itu, drama ini dapat dimanfaatkan sebagai media praktis untuk mengintegrasikan pendidikan agama dan karakter. Guru dapat menggunakannya untuk memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual siswa—seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kerendahan hati—melalui pembelajaran sastra yang reflektif.


Keywords


Celengan Tresna play; character education; Islamic values; moral education; religious literature

Full Text:

PDF

References


Adji, B. S. & Indrastuti, N. S. K. (2024). Analisis Dimensi Religiositas dalam Tenang Saja, Allah akan Menjaga Hati Kita! Karya Tim Muhajir Project. Jurnal NUSA, 19 (1), 82-94.

Afifah, A. N. (2023, August). Students’ integrity as a character education in Javanese novel. In AIP Conference Proceedings (Vol. 2805, No. 1, p. 020001). AIP Publishing LLC. https://doi.org/10.1063/5.0147987

Cahyani, A. M., Putri, R. A., Noviandini, S., & Wijayanti, O. (2024). Pentingnya Pembelajaran Apresiasi Drama terhadap Penguatan Pendidikan Karakter. Jurnal Basicedu, 8(1), 277–285. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i1.6908

Harida, R. (2018). Analysis of Humor Making Techniques in the WIT Comedy Program (Waktu Indonesia Timur). International Journal of Education, Information Technology, and Others, 1(2), 78-85. https://doi.org/10.5281/zenodo.2527540

Hidayah, Y., Suyitno, S., Retnasari, L., & Ulfah, N. (2018). Pendidikan Karakter Religius Pada Sekolah Dasar : Sebuah Tinjuan Awal. Jurnal Iqra’ : Kajian Ilmu Pendidikan, 3(2), 329–344. https://doi.org/10.25217/ji.v3i2.333

Jakandar, L. I. E., dkk. (2025). Intregation of Religious Values in Character Education: Buliding the Morals of the Golden Generation. Al-Hayati, 9(1). 124-141. https://doi.org/10.35723/ajie.v9i1.107

Kemal, I. & Rena Fitri, R. (2015). Analisis Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel di Antara Asa, Cita, dan Cinta karya Isa Elfath. Jurnal Metamorfosa , 3(2), 45-57.

Kementerian Pendidikan Nasional. (2010). Panduan Pendidikan Karakter. Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

Khairunisa, A., Sari, C. K., & Rahmadani, F. (2025). Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Generasi Berintegritas di Era Globalisasi. Jurnal Pendidikan Dirgantara, 2(2), 194–205. https://doi.org/10.61132/jupendir.v2i2.288

Larasati, I. S., Iswantara, N., & Octavianingrum, D. (2023). Pendidikan Karakter Peduli Sosial dan Tanggung Jawab dalam Naskah Drama Bingkisan Istimewa. Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukkan, 17(2), 158–168. https://doi.org/10.24821/idea.v17i2.10541.g3273

Luo, S., Ismail, L., Akhmad, N. K., Guo, Q. (2024). Using process drama in EFL education: A systematic literature review. Heliyon, 10 (11), 1-9. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e31936

Mamonto, F. M., Lensun, S. F., & Aror, S. C. (2021). Analisis Unsur-Unsur Intrinsik dalm Novel Izana karya Daruma Matsura. SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues, 1 (3). 214-223.

Mashar, R. (2020). Metaphor Story as an Active Learning Media to Increase Children Social Character. Edukids, 17(2). http://ejournal.upi.edu/index.php/edukid

Masjid, A. A., Sumarlam, S., Winarni, R., & Setiawan, B. (2023). Exploring wisdom in children’s literature: Studies on the values of character education in poetry. International Journal of Society, Culture & Language, 11(3), 299-311. https://doi.org/10.22034/ijscl.2023.2007293.3101

Miles, B. M., & Huberman, A. M. (2014). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press)

Nurlaili, L. & Naufal, A. (2022). Pendidikan Karakter sebagai Upaya Menghadapi Globalisasi. Jurnal Mahasiswa Karakter Bangsa, 2(2), 181 – 191.

Prasetiyo, C. A. & Raharjo, R. P. (2024). Religiusitas Moral dalam Novel Ya Allah Aku Pulang karya Alfialghazi (Kajian Glock dan Stark). Bapala. 11 (3). 231-242.

Putra, M. A. H., Malihah, E., Wiyanarti, E., & Darmawan, W. (2025). Religious Values in Hijaz Yamani Poetry: Integration of Spiritual Responsibility in Character Education. KARSA Journal of Social and Islamic Culture, 33(1), 33-65. https://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/karsa/article/view/18745

Putro, A. P., Waluyo, H., J., & Wardhani, W. E. (2020). Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Naskah Drama Opera Kecoa karya N. Rianrtiarno. Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 1-16. https://doi.org/10.15408/dialektika.v7i1.6188

Samani, Mukhlas dan Hariyanto, M.S. 2013. Konsep dan model Pendidikan Karakter , Jakarta: Rosdakarya

Setiyaningsih, I. (2019). Drama Pengetahuan dan Apresiasi. Intan Pariwara.

Stark & Glock. (1969). Religion and Society Intension. California.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sukirman. (2021). Karya Sastra Media Pendidikan Karakter bagi Peserta Didik. Jurnal Konsepsi, 10 (1), 17-27.

Ulya, C. & Putri, U. R. (2023). Pola Pengembangan Alur Cerita Pendek karya Siswa SMA Negeri Andong Boyolali. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 11 (2). 94-101. http://dx.doi.org/10.30659/jpbi.11.2.14-21

Umar, M., S., W., Ma’arif, M., Ismail, F., & Rahman, R. (2025). Revitalization of Islamic Character Values in Local Folklore and its Implication on Character Education. Ulumuna, 29(1), 188-220. https://doi.org/10.20414/ujis.v29i1.1375

Waluyo, B., Fitriana, T. R., & Veronika, P. (2020). Drama dan Analisis Drama. Surakarta: Yuma Pustaka.




DOI: https://doi.org/10.18860/eh.v27i2.36523

Editorial Office:  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jalan Gajayana No.50, Malang, Indonesia 65144

CC BY-NC-SA 4.0

This work is licensed under a CC-BY-NC-SA.
ISSN: 1858-4357 | e-ISSN: 2356-1734

Phone: +6282333435641
Fax: (0341) 572533
Email: elharakah@uin-malang.ac.id
elharakahjurnal@gmail.com
Website: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang