Reflection of Tawhid in 3D Miniature Art: Analysis of Surah Ibrahim 35 through Classical and Modern Tafsir

Rusdeana Rusdeana

Abstract


The relationship between Tawhid and visual art remains one of the most profound and complex dimensions of Islamic civilization. Throughout history, Muslim artists have sought to reconcile the theological principle of divine unity with the human impulse for creativity and representation. Meanwhile, research on digital and 3D visualization in Islamic education primarily addresses technological or pedagogical aspects, often without theological grounding. Very few studies attempt to connect Qur’anic exegesis (tafsir) with modern visual technologies such as 3D miniature art. This study examines the reflection of Tawhid values in 3D miniature art through a comparative analysis of Surah Ibrahim 35 based on the interpretations of Al-Qurthubi and Wahbah az-Zuhaili. By integrating classical and contemporary tafsir with the cultural phenomenon of incomplete sculptures in the Middle East, this research explores how Islamic theological principles shape artistic ethics and modern visual expressions. Using a qualitative library-based method supported by thematic and hermeneutical analysis, the study finds that Al-Qurthubi emphasizes strict preventive measures against complete visual representation to safeguard the purity of monotheism, while Wahbah az-Zuhaili adopts a contextual approach that accommodates technological development as long as it serves educational and spiritual objectives. The findings reveal that the principle of Tawhid remains a crucial ethical framework for modern Islamic art, guiding the development of 3D miniature art in a manner that avoids idolatrous tendencies while enabling creativity, cultural preservation, and religious education. The implications of this study emphasize the integration of Tawhid values into Islamic art and modern technology. It can be done by encouraging Qur’an-based creativity, promoting 3D miniature technology in Islamic education, fostering collaboration between scholars and artists, and supporting Tawhid-oriented art initiatives to enhance spiritual awareness, da‘wah, and Islamic cultural identity.



Hubungan antara Tawhid dan seni visual tetap menjadi salah satu dimensi paling mendalam dan kompleks dalam peradaban Islam. Sepanjang sejarah, para seniman Muslim telah berupaya mendamaikan prinsip teologis tentang keesaan Ilahi dengan dorongan manusia untuk berkreasi dan berepresentasi. Sementara itu, penelitian mengenai visualisasi digital dan 3D dalam pendidikan Islam umumnya berfokus pada aspek teknologi atau pedagogis, sering kali tanpa landasan teologis yang kuat. Hanya sedikit studi yang berusaha menghubungkan penafsiran Al-Qur’an (tafsir) dengan teknologi visual modern seperti seni miniatur 3D. Penelitian ini mengkaji refleksi nilai-nilai Tawhid dalam seni miniatur 3D melalui analisis komparatif terhadap Surah Ibrahim ayat 35 berdasarkan penafsiran Al-Qurthubi dan Wahbah az-Zuhaili. Dengan mengintegrasikan tafsir klasik dan kontemporer serta fenomena budaya patung tidak lengkap di Timur Tengah, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana prinsip teologis Islam membentuk etika artistik dan ekspresi visual modern. Melalui metode kualitatif berbasis kepustakaan yang didukung analisis tematik dan hermeneutik, penelitian ini menemukan bahwa Al-Qurthubi menekankan langkah-langkah preventif yang ketat terhadap representasi visual yang sempurna demi menjaga kemurnian tauhid, sementara Wahbah az-Zuhaili mengadopsi pendekatan kontekstual yang mengakomodasi perkembangan teknologi selama bertujuan edukatif dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Tawhid tetap menjadi kerangka etis yang sangat penting bagi seni Islam modern, yang berfungsi membimbing pengembangan seni miniatur 3D agar terhindar dari kecenderungan penyembahan berhala, sekaligus mendorong kreativitas, pelestarian budaya, dan pendidikan keagamaan. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Tawhid dalam seni Islam dan teknologi modern, yang dapat dilakukan dengan mendorong kreativitas berbasis Al-Qur’an, memanfaatkan teknologi miniatur 3D dalam pendidikan Islam, memperkuat kolaborasi antara ulama dan seniman, serta mendukung inisiatif seni berlandaskan Tawhid untuk meningkatkan kesadaran spiritual, dakwah, dan identitas budaya Islam..


Keywords


Tawhid; 3D miniature art; Islamic art; quranic exegesis; hermeneutic analaysis

Full Text:

PDF

References


Alfadhela, A. N., Rahman, P., & Rusli, R. (2025). Estetika dalam Tafsir: Seni Sebagai Medium Pemikiran Al-Qur’an di Era Kontemporer. Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(4), 1104-1111. https://doi.org/10.63822/r5tn7780

Akbar, M. D., Satria, W., & Wahyuni, S. (2024). Animasi 3D sebagai Media Pembelajaran Panduan Sholat Jenazah untuk Anak Usia Dini Menggunakan Aplikasi Blender. CompTech: Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi, 1(1), 79-88. https://doi.org/10.63854/comptech.v1i1.16

Al Fajar, A. H., Kahfi, A., & Jaya, P. H. I. (2024). Da'wah Through Animation Media in the Perspective of Da'wah Verses. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 9(2), 87-98. https://journal.iaincurup.ac.id/index.php/JDK/article/view/11472

Ardiansyah A. F. (2024) Kritik terhadap Hermeneutika dalam Tafsir Al-Qur’an. Jurnal Al-Muhith, 4(1). http://dx.doi.org/10.35931/am.v4i1.4232

Dwimursito, A., Fadilah, J. N., & Nugroho, F. (2022). Perancangan Film Animasi 3D Bertema Islami Berjudul “Sedekah itu Indah” Menggunakan Metode Pose-to-pose. Jurnal Informatika dan Teknologi Komputer (J-ICOM), 3(1), 01-10. https://doi.org/10.55377/j-icom.v3i1.3725

Fadila, J. N., Hassan, S. A., Arkan, M. H., Indaru, D. F. B., & Diano, M. C. (2024). Enhancing Historical Narrative through Application of Staging Techniques in 3D Animation “How Islam Spread Around the World”. Jurnal Sisfokom (Sistem Informasi dan Komputer), 13(1), 7-12. https://doi.org/10.32736/sisfokom.v13i1.1812

Hadi, A. (2021). Metodologi Tafsir Al Quran dari masa klasik sampai masa kontemporer. Tisara Grafika.

Hermanto, E., Sholihah, P. D., Hasyim, M., Rafina, P. A., & Febrianda, M. (2024). Konsep Self-Healing dalam QS. al-Insyirah: Analisis Penafsiran Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir. Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu Al-Quran Dan Tafsir, 4(2), 809-827. https://doi.org/10.19109/jsq.v4i2.25018

Marafaniza, E., & Hasan, M. A. K. (2023). Kajian Tafsir Tematik Kontemporer: Analisis terhadap Metode Tafsir Tematik Ayat-ayat Psikologis Karya Moh. Abdul Kholiq Hasan. Wahana Islamika, 9(1). https://wahanaislamika.staisw.ac.id/index.php/WI/article/view/2

Marlina, T., & Simamora, N. A. (2025). Karakter Wanita Qur’ani dalam Tafsir Kontemporer: Studi terhadap Penafsiran al-Harari, az-Zuhaili, dan Quraish Shihab. Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam, 6(2), 898-910. http://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/takwiluna/article/view/2585

Nurhasanah, A., Rahmawati, S., & Yusuf, A. (2024). Pengembangan manfaat media pembelajaran 3 dimensi pada bangun ruang bagi guru sekolah dasar. Menara: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Pengembangan Masyarakat Islam, 18(1), 1–10. http://dx.doi.org/10.24014/menara.v18i1.25639

Rahmi, N., Syafruddin, S., Efrinaldi, E., & Saputra, E. (2022). Dayn dalam Perspektif Al-Qur’an: Analisis terhadap Kitab Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Zuhaili. Hikmah, 19(2), 250-270. https://doi.org/10.53802/hikmah.v19i2.172

Ramadhan, B., & Shohib, M. (2024). Konstruksi Islam Moderat dan Implementasinya Dalam Pendidikan Islam (Studi Pemikiran Syekh Wahbah Az Zuhaili). Al-Mau'izhoh: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(2), 905-919.

Tarigan, M. F. (2022) Media Syi’ar Islam Interaktif Berbasis Animasi 3D di Masa Kini. TIN: Terapan Informatika Nusantara, 2(9). https://doi.org/10.47065/tin.v2i9.1319

Umayyatun. (2025). Revitalisasi Nilai-nilai Tauhid dalam Pendidikan Islam Digital: Telaah Teoritis dan Praktis melalui Kecerdasan Buatan. ISEDU : Islamic Education Journal, 3(1), 65–71. https://doi.org/10.59966/isedu.v3i1.1758

Zahra, R., Khusnadin, M. H., & Fitra, A. A. (2025). Studi komparatif tafsir tekstual dan tafsir kontekstual dalam pemahaman ayat-ayat sosial di era modern. Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam, 6(1), 44-56. https://doi.org/10.58401/takwiluna.v5i3.1943




DOI: https://doi.org/10.18860/eh.v27i2.37023

Editorial Office:  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jalan Gajayana No.50, Malang, Indonesia 65144

CC BY-NC-SA 4.0

This work is licensed under a CC-BY-NC-SA.
ISSN: 1858-4357 | e-ISSN: 2356-1734

Phone: +6282333435641
Fax: (0341) 572533
Email: elharakah@uin-malang.ac.id
elharakahjurnal@gmail.com
Website: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang