Shapes of Javanese Keris as A Symbolic Sign: Transformation toward The Islamic Period
Abstract
Dalam mengartikulasikan unsur visual Keris kita dihadapkan dengan konsep simbol, di mana setiap simbol sesuai dengan tipologi tanda-tanda. Hubungan antara trikotomi tanda-tanda yang terkait dengan kode mewakili cakrawala masyarakat Jawa tentang budaya Keris. Semua tanda-tanda Keris membangun hubungan abstrak model yang tidak akan pernah memiliki fungsi apapun sebelum dikaitkan dengan kode. Pada prinsipnya orang yang menjadi sasaran penyampaian pesan bisa melakukan decoding dengan cara mengaitkan tanda-tanda pada keris dengan konvensi-konvensi tertentu. Artikulasi ekspresi melalui unsur-unsur dalam Keris memanfaatkan simbol-simbol dalam tipologi tanda. Respons maupun apresiasi orang Jawa terkait dengan konvensi-konvensi yang telah diciptakan para leluhur perlu diketahui untuk melihat secara terbalik dalam sistem produksi tanda. Pemaknaan kata kris misalnya, secara Semiotis dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kata referensial di antaranya keris, dhuhung, dhuwung, curiga, wangkingan, duwung, curiga, dan katga semua menunjukkan petanda yang sama yaitu senjata tikam yang berhulu dan berwarangka. Penelitian ini menemukan terjadinya peristiwa budaya berupa penopengan (masking) ideologi yang mewakili zaman tertentu, misalnya dekonstruksi pemaknaan bentuk luk keris (kemba dan rengkol) menggambarkan transformasi ideologi zaman Hindhu menuju zaman Islam.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arifin, M. T. (2006). Keris Jawa: Bilah, latar sejarah, hingga pasar. Jakarta: Hajied Pustaka.
Bondanella, P. (1997). Umberto Eco and the open text. Cambridge: Cambridge University Press.
Eco, U. (2009). Teori semiotika. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Harsrinuksmo, B. (2008). Ensiklopedi keris. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Jensen, K. S. (2007). Central Javanese krisses. In Krisdisk (Chapter 5). [Unpublished manuscript].
Kartika, D. S. (2007). Budaya Nusantara: Kajian konsep mandala dan konsep triloka/buana terhadap pohon hikayat pada batik klasik. Bandung: Rekayasa Sains.
Maisey, A. G. (2013). An interpretation of the pre-Islamic Javanese keris. Arms Cavalcade, May 2013. ISSN 1325-779X.
Martinet, J. (2010). Semiologi: Kajian teori tanda Saussuran. Yogyakarta: Jalasutra.
Piliang, Y. A. (2012). Semiotika dan hipersemiotika. Bandung: Matahari.
Prawiroatmojo, S. (1985). Bausastra Jawa–Indonesia. Jakarta: PT Gunung Agung.
Sastra Lestari Foundation. (1986). Centhini Kamajaya (Vol. 01/1, Manuscript #761).
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v19i2.4057
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |

