Mitologi Religius dan Toleransi Orang Jawa: Telaah Pemikiran Benedict Anderson
Abstract
Revolusi nasional telah membawa dampak pada banyak aspek termasuk perubahan proses sinkretisme dan relativisme Jawa menjadi toleransi orang Jawa. Anderson berpendapat bahwa relativisme Jawa tidak boleh dipahami sebagai toleransi terhadap perbedaan publik dengan mengabaikan ras, warna, dan kepercayaan. Kenyataannya, relativisme Jawa tidak membawa dampak pada kelompok etis lain di Indonesia. Oleh karena itu, gagasan keterbukaan dan toleransi yang dikagumi dari nilai Jawa sama seperti istilah budaya chauvinisme. Perilaku budaya Jawa masih menjadi misteri karena praktik toleransinya diukur dengan harapan dan propimquity terhadap budayanya. Istilah toleransi yang menjadi sebuah kebanggaan dan ideologi bagi orang Jawa, pada kenyataannya, menunjukkan situasi yang berlawanan karena praktik religiusitas masih diukur dengan hierarki sosial. Karakter ini tak terpisahkan dari apa yang disebut mitologi religius yang kaku. Kemudian, ia menawarkan banyak struktur moral tertentu dengan beragam bentuk.
Keywords
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.18860/el.v10i1.4600
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |

