Serangan Noldeka terhadap Autentisitas Al-Qur'an
Abstract
Para orientalis misionaris terus menyerang komunitas Muslim melalui ajaran mereka. Setelah berdebat melawan sirah nabawiyah, mereka mencoba mempertanyakan keaslian Alquran. Mereka mempertanyakan keaslian metode penafsiran Qur'an dan isi Alquran. Hermeneutika adalah salah satu metode untuk menafsirkan Alquran yang mereka tawarkan untuk menggantikan metode tafsir dan ta'wil yang telah digunakan para ilmuwan Muslim sebelumnya. Dengan menggunakan metode ini, mereka mengangkat sebuah isu bahwa Alquran hanyalah produk budaya. Masalah ini akan mendistorsi kesucian Alquran. Makalah ini membahas perspektif Noldeka dan orientalis lainnya yang mengemukakan pendapat negatif terhadap Muhammad dalam menyajikan isi Alquran. Terlepas dari usaha mereka untuk melakukan studi yang dapat dipahami tentang pemikiran Islam dan Al Qur'an, mereka menemukan temuan mereka dalam fragmen. Secara umum studi mereka berkaitan dengan entitas tertentu namun gagal mengintegrasikan makna Islam sebagai agama dan pandangan hidup yang melibatkan prinsip dan tradisi tertentu.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abi Hafs Umar bin Ali. Al-Lubab fi Ulum al-Kitab. Libanon: Dar al-Kutub al-Umiyah.
Ali, A. W. W. (n.d.). Ilm al-Lughah. Kairo: Dar al-Nahdlah Mishr li al-Thab’i wa al-Nasyr.
Ali, A., & Muhdhor, A. Z. (1996). Kamus kontemporer Arab-Indonesia. Yogyakarta: Multi Karya Grafika.
Departemen Agama RI. (1974). Al-Qur’an dan terjemahnya. Jakarta: Intermasa.
Najati, M. ‘U. (2001). Jiwa manusia (Ibn Ibrahim, Trans.). Jakarta: Cendekia Centra Muslim.
Shabuny, M. A. A. (1999). Shafwatu al-tafasir (Juz I). Beirut: Dar al-Qur’an al-Karim
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v8i1.4616
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
