Model Pencarian Kebenaran dalam Perspektif Agama dan Sains

Nur Ali Rahman

Abstract


In general, science advancement products can be used to solve problems faced by people or society, especially in the quest for a more prosperous life. While religion is seen as an impediment to the progress of science. This paper provides a discussion of the search for truth in the perspective of religion and science. It is understandable that between science and religion in achieving the truth is not as a condition or a status, but a process. This reminds us that the ultimate truth belongs to God alone, whereas the truth that man achieves through both science and religion is a temporary truth. This happens because humans are only able to capture the signs of phenomena (qauniah and naqliah). The findings of the interpretation of these phenomena need to be values that are understood from God's revelation and become the basis of philosophical ethics.


Secara umum produk-produk kemajuan sains (Ilmu Pegetahuan) dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi manusia atau masyarakat terutama dalam usahanya mencapai kehidupan yang lebih sejahtera. Sedangkan agama dipandang sebagai penghambat dari kemajuan sains. Tulisan ini memberikan  pembahasan mengenai pencarian kebenaran dalam perspektif agama dan sains. Dapat dipahami bahwa antara sains dan agama dalam mencapai kebenaran adalah bukan sebagai keadaan atau status, melainkan sebuah proses. Hal ini mengingatkan bahwa kebenaran hakiki itu hanyalah milik Allah semata, sedangkan kebenaran yang dicapai manusia baik melalui sains maupun agama adalah kebenaran sementara. Ini terjadi karena manusia hanya mampu menangkap tanda-tanda fenomena (qauniah dan naqliah).Temuan dari interpretasi fenomena tersebut perlu menjadi nilai-nilai yang dipahami dari wahyu Allah dan menjadi dasar etik filosofis.

Keywords


achieving truth; philosophical ethics

Full Text:

PDF

References


Abdullah, A. (1995). Falsafah Kalam di era postmodemisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Abdullah, A. (1996). Pemikiran filsafat Islam. Makalah Internship PSP Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Amin, M. (Ed.). (1989). Teologi pembangunan: Paradigma baru pemikiran Islam. Yogyakarta: LKPSM NU.

Alisyahbana, I. (1988). Harapan dan keprihatinan kemajuan teknologi informasi masa depan. Makalah disampaikan dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia, Bandung.

Baiquni, A. (1997). Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan kealaman. Yogyakarta: PT Dana Bhakti Prima Yasa.

Depdikbud. (1982/1983). Filsafat ilmu. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdikbud.

Jujun, S. (1988). Teknologi, kontrol dan sistem nilai. Jawa Pos.

Madjid, N. (1995). Islam agama kemanusiaan. Jakarta: Yayasan Paramadina.

Mahfudh, S. (1994). Nuansa fiqh sosial. Yogyakarta: LKiS.

Pratiknya, A. (1991). Identifikasi masalah pendidikan agama Islam di Indonesia. Dalam M. Usa (Ed.), Pendidikan Islam di Indonesia. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Rahman, N. A. (1994). Link and match dan problematika pembelajaran agama. Makalah LPTI UNISMA, Malang.

Zuhdi, M. (1989). Masailul fiqh. Jakarta: Haji Masagung.




DOI: https://doi.org/10.18860/el.v4i2.4634

Editorial Office:  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jalan Gajayana No.50, Malang, Indonesia 65144

CC BY-NC-SA 4.0

This work is licensed under a CC-BY-NC-SA.
ISSN: 1858-4357 | e-ISSN: 2356-1734

Phone: +6282333435641
Fax: (0341) 572533
Email: elharakah@uin-malang.ac.id
elharakahjurnal@gmail.com
Website: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang