Naturalitas Islamisasi Ilmu Pengetahuan di Lembaga Pendidikan Islam
Abstract
Munculnya konsep Islamisasi ilmu pengetahuan telah mengundang banyak perhatian dari berbagai kalangan sosial, termasuk dari kelompok praktikan lembaga pendidikan Islam. Pada dasarnya pendidikan bertujuan untuk mengangkat harkat dan martabat manusia melalui suatu proses dalam bentuk transfer pengetahuan dan transfer nilai. Al Faruqi menunjukkan adanya tuntutan kompleksitas kompetensi untuk dapat memenuhi kriteria standar kelayakan pendidik dalam Islamisasi ilmu pengetahuan. Disimpulkan bahwa bagi lembaga pendidikan Islam, Islamisasi ilmu pengetahuan adalah suatu kebutuhan karena dari substansi pembelajarannya diharapkan dapat mencetak manusia yang memiliki kualitas intelektual dan moral. Ini akan menjadi upaya preventif terhadap bias intelektual. Perumusan substansi dan praktek pendidikan berbasis Islamisasi ilmu pengetahuan ini menjadu suatu tantangan yang potensial karena menuntut pendidik memliki multi kapabilitas dan multi skill. Kesemuanya harus bertumpu pada unsur-unsur akidah dan tauhid yang bersumber dari Al Quran dan Hadits. Selain itu pendidik diharapkan mampu memadukan unsur-unsut tersebut secara integral dan holistik.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
De Queljoe, D. H., & Gazali, D. (1966). Didaktik umum. Bandung: Granaco.
Echols, J. M., & Shadily, H. (1995). Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta: Gramedia Utama.
Fadjar, M. (1998). Madrasah dan tantangan modernitas. Bandung: Mizan.
Hasbullah. (1996). Kapita selekta pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v4i2.4638
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
