Kajian atas Relasi Islam dan Demokrasi

Miftahul Huda

Abstract


There is a relation between democratic development in Indonesia with Islamic sharia. If we want to include military aspect, it can also depend on Islamic movement. Thus, Islamic concepts have to be the promoter for democratic struggle. However, this role will not be effective if Islam does not hold a dialogue with other forces of politic. Hence, Islam is required to be the democratic religion. Politics in Islam will be discussed in this article along with the explanation about democracy as the equality in Politics. The principles of Islamic democratic are also presented as a part of the realization of humans’ harmony life. It is called harmony life since it has the practices of democratic such as doing discussion, teamwork, and freedom to choose.


Perkembangan demokrasi di Indonesia ada relasinya dengan syariat Islam. Kalaupun dimasukkan juga unsur militer, militer pun akan bergantung pada gerak Islam. Dengan demikian, konsep-konsep Islam harus menjadi promotor bagi perjuangan demokrasi. Akan tetapi, peran ini tidak akan efektif selama Islam tidak membuka dialog dengan kekuatan politik lainnya. Karena itu, Islam tetap dituntut menjadi Islam yang demokratis. Islam politik akan menjadi bahasan dalam artikel ini, juga penjelasan tentang demokrasi sebagai kesetaraan politik. Kaidah demokrasi Islam juga dibahas sebagai bentuk realisasi kehidupan harmonis manusia. Disebut hidup harmonis karena menganut praktik demokrasi seperti msuyawarah, kerja sama, dan kebebasan memilih.

Keywords


democracy; Islam; relation

Full Text:

PDF

References


Indonesia. (1950). Undang-Undang No. 4 Tahun 1950 tentang Dasar Pendidikan dan Pengajaran. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Indonesia. (1966). Ketetapan MPRS No. XXVII/MPRS/1966. Jakarta: Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara.

Indonesia. (1973). Ketetapan MPR No. IV/MPR/1973 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara. Jakarta: Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Indonesia. (1983). Ketetapan MPR No. II/MPR/1983 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara. Jakarta: Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Indonesia. (1984/1985). Buku pedoman guru agama SD. Jakarta: Departemen Agama RI.

Indonesia. (1989). Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Indonesia. (2003). Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Jasin, A. (1987). Pembaharuan kurikulum sekolah dasar: Sejak proklamasi kemerdekaan. Jakarta: Balai Pustaka.

Kasiram, H. M. (1993). Mengenal sistem pendidikan nasional Indonesia menurut UUSPN No. 2 Tahun 1989. Dalam Bahan Penataran P4 Pola Dukung 100 Jam (hlm. 93–106). Malang: Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel.

Mudzhar, M. A. (1999, Desember 26). Tantangan pendidik dan pemuka agama di masa depan. Makalah disampaikan dalam Seminar HAB Depag ke-47, Fakultas Tarbiyah, IAIN Sunan Ampel, Malang.

Surya, Jawa Pos, Harian Kompas, & Suara Pembaharuan. [Berbagai artikel terkait pendidikan nasional Indonesia].




DOI: https://doi.org/10.18860/el.v7i2.4657

Editorial Office:  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jalan Gajayana No.50, Malang, Indonesia 65144

CC BY-NC-SA 4.0

This work is licensed under a CC-BY-NC-SA.
ISSN: 1858-4357 | e-ISSN: 2356-1734

Phone: +6282333435641
Fax: (0341) 572533
Email: elharakah@uin-malang.ac.id
elharakahjurnal@gmail.com
Website: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang