Tumbuhan dan Hewan: Alternatif Pengobatan Warisan Budaya Islam

Elok Kamilah Hayati

Abstract


The use of plants extracts for medicinal purposes has been going on for thousands of years. Some of the plants products currently used, either in their natural form or as derivatives, were often used originally for other purposes, such as part of rituals, drugs, and even cosmetics. Nowadays, there is a tendency of “going back to nature” as a source of alternative medicine. There are two medicine types; first, chemistry medicine (synthetic drug) and natural medicine (natural drug). Between both, natural medicine can stay because it is more peaceful and can be accepted by body because it has small side effects and cheaper. Alquran has been explained that Allah was commanded us to make use of animal and plant as drugs, for example: honey from bee, cumin, grape, ruby, pomegranate, ginger, and olive. This proves that Alquran contains real and correct news and information. Therefore, the animals and plants were chosen as alternative medicine.

 

Penggunaan tumbuhan dan ekstraknya untuk pengobatan telah dilakukan selama ribuan tahun. Beberapa produk tumbuhan yang sekarang digunakan, baik itu dalam bentuk asli maupun produk jadi, sering dimanfaatkan pula untuk tujuan lain seperti ritual, pengobatan, dan bahkan kosmetik. Saat ini, ada kecenderungan “kembali pada alam” sebagai sumber pengobatan alternatif. Ada dua tipe pengobatan. Pertama, kimiawi (obat sintetis) dan alami. Di antara keduanya, pengobatan alami masih bertahan karena lebih menenangkan dan dapat diterima oleh tubuh karena memiliki efek yang minim dan lebih murah. Dalam Alquran telah dijelaskan bahwa Allah menganjurkan manusia untuk memanfaatkan hewan dan tumbuhan sebagai obat-obatan, contohnya: madu dari lebah, jinten, anggur, delima, jahe, dan zaitun. Ini membuktikan bahwa Alquran mengandung berita dan informasi yang benar. Maka dari itu, hewan dan tumbuhan dipilih sebagai obat alternatif.


Keywords


alternative medicine; natural drug; synthetic drug

Full Text:

PDF

References


Agusta A. 2000. Mirrya/c Arsiri Tumbuhan Tropika Indonesia. Bandung: ITB Press.

Anonim. 2007. Dibalik Legenda Zaitun (http://www.republika.co.id). (14 Maret 2007).

Dadang Rosdiana. 2004. Istimewanya Minyak Zaitun. Kompas Online (14 Maret 2007).

Hiseodt RD, Franzblau SG, Rosen RT. 1998. Isolation of 6-, 8-, and 10- Gingerol from Ginger Rhizome by HPLC and Preliminary Evaluation of Inhibition of Mycobacterium avium and Mycobaeterium tuberculosis. J Agric. Food Chem. 46: 2054-2508.

Katzung G. 2001. Farmakologi Dasar Dan Klinis. Surabaya: Unair Press.

Muhammad MM. 2007. Mukzizat Kedokteran Nabi. Jakarta: Qultum Media. Nasoetion AN. 1999. Pengantar Ke Filsafat Sains. Jakarta. Pustaka Litera Nusantara.

Skoog DH, Holler FJ, Nieman TA. 1998. Principles of instrumentai Anaiysis.

Edition 5. Philadelphia: Harcourt Brace & Company. Soekarjo dan Siswandono, 2007. Kimia Medisinal 2. Surabaya: Unair Press

Sukandar EY. 2000. Tren Dan Paradigma Dunia Farmasi. Bandung: FMIPA. ITB.

Supriadi et al. 2001. Tumbuhan Obat Indonesia: Penggunaan dan Khasiatnya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Wolft ME. 1994- Asa-Asa Kimia Medisinal. Yogyakarta: UGM Press, Yahya Harun. 2004. Menyingkap Rahasia Alam Semesta. (17 Desember 2006).




DOI: https://doi.org/10.18860/el.v9i1.4662

Editorial Office:
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jalan Gajayana No.50, Malang, Indonesia 65144
This work is licensed under a CC-BY-NC-SA.
el Harakah, ISSN : 1858-4357 | e-ISSN : 2356-1734
Phone : +6282333435641
Fax : (0341) 572533
Email : elharakah@uin-malang.ac.id
elharakahjurnal@gmail.com
Website : http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang