Menyingkap Feminisme Perspektif Akuntansi Islam
Abstract
Budaya modern sebetulnya didominasi oleh sifat maskulin, seperti kehidupan yang material, rasional ekspansif, eksploitatif, kompetitif, egois, kuantitatif, dan sebagainya. Femininitas akan memberikan tempat kepada maskulinitas untuk berkuasa sementara femininitas berada di belakang. Hal ini tampak dari adanya suatu studi komparatif antara akuntansi mainstream dengan akuntansi Syari’ah, sebagai upaya untuk menyingkap feminisme Ah-Syari’ah yang selama ini terpinggirkan. Tulisan ini membahas perspektif akuntansi Islam sebagai paradigma baru. Esensi dari akuntansi Islam pada dasarnya merupakan sebuah upaya mendekonstruksi akuntansi modem ke dalam bentuk yang lebih humanis dan sarat nilai. Akuntansi syari’ah merupakan suatu teknologi baru yang menunjukkan bahwa nilai sosial, moral, dan spiritual menjadi suatu perhatian penting dalam penetapan prinsip-prinsip yang akan dikembangkan. Oleh karena itu konsep akuntabilitas pada akuntansi syari’ah lebih menekankan pada dua sisi yang saling berimbang yakni konsep pertanggunggungjawaban dalam konteks Hamblum minallah dan Hamblum minannas. Pada konsep pertama merupakan bentuk manifestasi dari ibadah, yang berhubungan antara manusia sebagai mahluk dengan Allah sebagai-Sang Pencipta. Sedangkan yang kedua lebih mengacu pada eksistensi manusia sebagai mahluk sosial. Bentuk akuntabilitas tersebut dimanifestasikan dalam tujuan akuntansi syari’ah.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Cihua, W. F. (1986). Radical development in accounting thought. The Accounting Review, 61(4), 601–632.
Dillard, J. F., & Becker, D. A. (1997). Organizational sociology and accounting research or understanding accounting in organizations using sociology. In V. Arnold & S. G. Sutton (Eds.), Behavioral accounting research: Foundations and frontiers (pp. 247–278).
Eaydoun, N., & Willet, R. (1994). Islamic accounting theory [Unpublished thesis]. University of Otago, New Zealand City of Polytechnic, Hong Kong.
Eelkaoui, A. (1996). Accounting theory (Erwan Dukat et al., Trans.). Yogyakarta: AK Group.
Gambling, T. (1974). Societal accounting. Letchworth: The Aldine Press.
Ghofar, A. (1999). Analisis, implikasi, pemikiran dan penelitian akuntansi dari paradigma mainstream Barat dan paradigma Islam dalam kerangka analisis konsep Tao (Studi kualitatif komparatif akuntansi mainstream dan akuntansi alternatif dalam pembentukan akuntansi humanis) [Unpublished thesis]. Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya.
Hamid, S. (1989). The sociopolitical paradigm in financial accounting research. Accounting, Auditing & Accountability Journal, 2(1), 52–76.
Hamid, S., Craig, R., & Clarke, F. (1993). Religion: A co-founding cultural element in the international harmonization of accounting. Abacus, 29(2), 131–148.
Harahap, S. (1989). The sociological paradigm in financial accounting research. Accounting, Auditing & Accountability Journal, 2(1), 52–76.
Harahap, S. (1992). Accounting filling the negative space. Accounting, Organizations and Society, 17(1/2/3/4), 313–341.
Harahap, S. (1993). Teori akuntansi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Harahap, S. (1998). Akuntansi Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Hodgetts, R. M., & Luthans, F. (1991). International management. Singapore: McGraw-Hill
Kam, V. (1990). Accounting theory (2nd ed.). New York: John Wiley and Sons.
Mathews, M. R., & Perera, M. H. B. (1993). Accounting theory and development. Melbourne: Thomas Nelson Australia.
Morgan, G. (1988). Accounting as reality construction: Towards a new epistemology for accounting practice. Accounting, Organizations and Society, 13(5), 477–485. https://doi.org/10.1016/0361-3682(88)90038-9
Parera, M. H. B. (1989). Towards a framework to analyze the impact of culture on accounting. The International Journal of Accounting, 24, 42–56.
Sulistianingsih, & Zulkifli. (1998). Rerangka konseptual pelaporan keuangan dalam perspektif Islam. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, 2(2), Desember.
Triyuwono, I. (1996). Teori akuntansi berhadapan nilai-nilai keislaman. Ulumul Qur’an, 6(5), 44–61.
Triyuwono, I. (1997). Akuntansi syari’ah dan koperasi: Mencari bentuk dalam metafora amanah. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, 7(1), 3–46.
Triyuwono, I. (1998). Mendekonstruksi akuntansi mainstream dengan Tao dan Islam: Sebuah agenda penelitian. Makalah disampaikan dalam Seminar Metodologi Penelitian Akuntansi dan Bisnis, IAI Kompartemen Akuntan Pendidik Wilayah Surabaya & Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya, 7 November 1998.
Zaid, O. A. (1997a). Accounting prior to Pacioli: A new discovery. Department of Accounting, Faculty of Business & Technology, University of Western Sydney, MacArthur.
Zaid, O. A. (1997b). The historical links of accounting book and reports. Department of Accounting, Faculty of Business & Technology, University of Western Sydney, MacArthur.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v3i1.4687
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
