Pendidikan Islam dan Kerukunan: Sebuah Refleksi terhadap Konflik antar Pemeluk Agama di Indonesia

Moch. Sony Fauzi

Abstract


Education is a process of individual continuously learning and adaptation to the cultural values and social ideals. Education is a comprehensive process including all the aspects of life to prepare them to be able to face all the challenges. Considering the definition, we will see how dominant the aspects of human life style management in order to be in accordance with the universe are. An education process is expected to produce tolerance, egalitarianism, and skills to actualize one's self in the constellation of human life dynamics. It is also expected to produce peace and harmony as a part of ideal community with the educated people as the members. It means that the education process is considered failed if it produces totalitarian cannibalism that can easily arouse conflicts among people. Therefore, the understanding of an ideal Islamic education that is accommodative to the values of plurality and brotherhood among people should emerge. Finally, the values can be the source of aspiration in rearranging the religious concept of this nation to regain the peace that has once been disappeared because of the conflict among the religious communities, through education.


Pendidikan adalah proses individu yang terus belajar dan beradaptasi dengan nilai budaya dan cita-cita sosial. Pendidikan adalah proses yang komprehensif termasuk semua aspek kehidupan untuk mempersiapkan mereka untuk dapat menghadapi semua tantangan. Dengan mempertimbangkan definisinya, kita akan melihat betapa dominannya aspek manajemen gaya hidup manusia agar sesuai dengan alam semesta tersebut. Proses pendidikan diharapkan bisa menghasilkan toleransi, egalitarianisme, dan keterampilan untuk mengaktualisasikan diri seseorang dalam konvergensi dinamika kehidupan manusia. Hal ini juga diharapkan dapat menghasilkan kedamaian dan harmoni sebagai bagian dari komunitas ideal dengan orang-orang terpelajar sebagai anggotanya. Artinya, proses pendidikan dianggap gagal jika menghasilkan kanibalisme totaliter yang bisa dengan mudah menimbulkan konflik antar manusia. Oleh karena itu, pemahaman tentang pendidikan Islam ideal yang akomodatif terhadap nilai pluralitas dan persaudaraan antarmanusia diharapkan muncul. Akhirnya, nilai-nilai bisa menjadi sumber aspirasi dalam menata ulang konsep religius bangsa ini untuk mendapatkan kembali kedamaian yang dulunya lenyap karena konflik antar umat beragama, melalui pendidikan.

Keywords


education; brotherhood

Full Text:

PDF

References


Abdullah, A. (2000). Dinamika Islam kultural. Bandung: Mizan.

Ahmad, K. (1958). Prinsip-prinsip pendidikan Islam (M. Hashem, Trans.). Bandung

Al-Qardhawi, Y. (1980). Pendidikan Islam dan Madrasah Hasan al-Banna (B. A. Gani & Z. A. Ahmad, Trans.). Jakarta: Bulan Bintang.

Azra, A. (1995). Esei-esei intelektual Muslim dan pendidikan Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Hasan, L. (1980). Beberapa pemikiran tentang pendidikan Islam. Bandung: Al-Maarif.

Muhaimin. (2000). Dakwah di tengah transformasi sosial. Surabaya: Karya Abditama.

Natsir, M. (1954). Capita selecta. Bandung: Gravenhage.

Sumartana, T. (2001). Pluralisme, konflik dan pendidikan agama di Indonesia. Yogyakarta: Interfidei.




DOI: https://doi.org/10.18860/el.v8i2.4750

Editorial Office:  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jalan Gajayana No.50, Malang, Indonesia 65144

CC BY-NC-SA 4.0

This work is licensed under a CC-BY-NC-SA.
ISSN: 1858-4357 | e-ISSN: 2356-1734

Phone: +6282333435641
Fax: (0341) 572533
Email: elharakah@uin-malang.ac.id
elharakahjurnal@gmail.com
Website: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang