The Religious Construction of Kiai on Pluralism and Multiculturalism
Abstract
Realitas pluralitas dalam konteks kemanusiaan merupakan kehendak Allah SWT, tugas manusialah memelihara dan mengembangkan rasa saling menghormati dan menghargai sesama (toleran). Dalam hal ini, tujuan penelitian ini mengeksplorasi dan menjelaskan dengan tepat konstruksi religius kiai pesantren tentang pluralisme dan multikulturalisme, dasar referensi yang digunakan, karena ini terkait dengan sudut pandang Kiai dalam menyelesaikan konflik sosial yang kadang-kadang terjadi di masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dan wawancara mendalam dengan beberapa kiai pesantren di Jawa Timur. Analisis data dilakukan dengan narasi kualitatif dan melalui Forum Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukan bahwa pembangunan agama Pesantren Kiai di Jawa Timur pada pluralisme dan multikulturalisme dapat dipetakan menjadi dua, yaitu (1) konstruksi keagamaan dengan kategori inklusif dan eksklusif dan (2) konstruksi keagamaan dengan kategori eksklusif.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, A. (2000). Rekonstruksi metodologi studi agama dalam masyarakat multikultural dan multireligius (Pidato Pengukuhan). IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 13 Mei.
Amar, I. (2010). Studi normatif pendidikan Islam multikultural. Islamica, 4(2), 320–334.
Azra, A. (1994). Jaringan ulama Timur Tengah dan kepulauan Nusantara abad XVII dan XVIII. Bandung: Mizan.
Azra, A. (2005). Pancasila dan identitas nasional Indonesia: Perspektif multikulturalisme dan pendidikan multikultur. Analisis CSIS, 34(1).
Ismail, M. A. (2013). Sikap pesantren dalam menghadapi paham pluralisme. Toleransi: Media Komunikasi Umat Beragama, 5(2), 118–125.
Jaenuri, A. (2005). Pluralisme agama dan multikulturalisme dalam reinvensi Islam multikultural. Surakarta: Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Kantor Wilayah Departemen Agama Jawa Timur. (2005). Data EMIS 2005.
Madjid, N. (1995). Pluralisme agama di Indonesia. Ulumul Qur’an, 3, 62.
Mahfudhoh, R., & Ashari, M. Y. (2015). Multikulturalisme pesantren di antara pendidikan modern dan tradisional. Jurnal Studi Islam, 6(1).
Mastuhu. (1994). Sistem pendidikan pesantren: Suatu studi tentang pola dan karakteristik pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Muqawim. (2004). Mencari pola pendidikan agama dalam perspektif multikultural. Jurnal Kependidikan Multicultural Development Center (MDC) Jatim, 4(1).
Nafis, M. (2014). Pesantren dan toleransi beragama. Ta’allum: Jurnal Pendidikan Islam, 2(2), 163–178.
https://doi.org/10.21274/taalum.2014.2.2.163-178
Rijal, T. (2000). Tamparisasi simbol wong jaba, jeru dan mambu-mambu. Jakarta: LP3ES.
Shihab, A. (1999). Islam inklusif: Menuju sikap terbuka dalam beragama. Bandung: Mizan.
Steenbrink, K. A. (1986). Pesantren, madrasah dan sekolah: Pendidikan Islam dalam kurun modern. Jakarta: LP3ES.
Udin, M. (2005). Ajaran terorisme tidak berasal dari pesantren. Diakses dari http://www.pandanaran.net
Yasin, M. Y. (2014). Pendidikan Islam inklusif-multikultural dalam perspektif teori Gestalt. Ta’allum: Jurnal Pendidikan Islam, 2(2), 195–214. https://doi.org/10.21274/taalum.2014.2.2.195-214
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v20i2.5074
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |

