The Religious Construction of Kiai on Pluralism and Multiculturalism

Muhammad Turhan Yani, Muhammad Ali Haidar, Warsono Warsono, FX Sri Sadewo

Abstract


The reality of plurality in the context of humanity is something that Allah Almighty has desired, and the human task is to nurture and develop mutual respect and appreciation among people (tolerant). In this regard, the purpose of this study is to explore and explain exactly what kind of religious construction of kiai pesantren about pluralism and multiculturalism, the basis of references used, because it is related to the kiai’s point of view in resolving social conflicts that sometimes occur in the community. The data research was collected through survey and depth interview with some kiai pesantren in East Java. Data analysis was conducted with qualitative narrative and through Forum Group Discussion (FGD). The result shows that the mapping of religious construction of kiai pesantren in East Java consists of (1) religious construction with inclusive and exclusive categories and (2) religious construction with exclusive categories.


Realitas pluralitas dalam konteks kemanusiaan merupakan kehendak Allah SWT, tugas manusialah memelihara dan mengembangkan rasa saling menghormati dan menghargai sesama (toleran). Dalam hal ini, tujuan penelitian ini mengeksplorasi dan menjelaskan dengan tepat konstruksi religius kiai pesantren tentang pluralisme dan multikulturalisme, dasar referensi yang digunakan, karena ini terkait dengan sudut pandang Kiai dalam menyelesaikan konflik sosial yang kadang-kadang terjadi di masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dan wawancara mendalam dengan beberapa kiai pesantren di Jawa Timur. Analisis data dilakukan dengan narasi kualitatif dan melalui Forum Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukan bahwa pembangunan agama Pesantren Kiai di Jawa Timur pada pluralisme dan multikulturalisme dapat dipetakan menjadi dua, yaitu (1) konstruksi keagamaan dengan kategori inklusif dan eksklusif dan (2) konstruksi keagamaan dengan kategori eksklusif.

Keywords


kiai; pluralism; multiculturalism; religious construction; social conflict

Full Text:

PDF

References


Abdullah, A. (2000). Rekonstruksi metodologi studi agama dalam masyarakat multikultural dan multireligius (Pidato Pengukuhan). IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 13 Mei.

Amar, I. (2010). Studi normatif pendidikan Islam multikultural. Islamica, 4(2), 320–334.

Azra, A. (1994). Jaringan ulama Timur Tengah dan kepulauan Nusantara abad XVII dan XVIII. Bandung: Mizan.

Azra, A. (2005). Pancasila dan identitas nasional Indonesia: Perspektif multikulturalisme dan pendidikan multikultur. Analisis CSIS, 34(1).

Ismail, M. A. (2013). Sikap pesantren dalam menghadapi paham pluralisme. Toleransi: Media Komunikasi Umat Beragama, 5(2), 118–125.

Jaenuri, A. (2005). Pluralisme agama dan multikulturalisme dalam reinvensi Islam multikultural. Surakarta: Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Kantor Wilayah Departemen Agama Jawa Timur. (2005). Data EMIS 2005.

Madjid, N. (1995). Pluralisme agama di Indonesia. Ulumul Qur’an, 3, 62.

Mahfudhoh, R., & Ashari, M. Y. (2015). Multikulturalisme pesantren di antara pendidikan modern dan tradisional. Jurnal Studi Islam, 6(1).

Mastuhu. (1994). Sistem pendidikan pesantren: Suatu studi tentang pola dan karakteristik pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: LP3ES.

Muqawim. (2004). Mencari pola pendidikan agama dalam perspektif multikultural. Jurnal Kependidikan Multicultural Development Center (MDC) Jatim, 4(1).

Nafis, M. (2014). Pesantren dan toleransi beragama. Ta’allum: Jurnal Pendidikan Islam, 2(2), 163–178.

https://doi.org/10.21274/taalum.2014.2.2.163-178

Rijal, T. (2000). Tamparisasi simbol wong jaba, jeru dan mambu-mambu. Jakarta: LP3ES.

Shihab, A. (1999). Islam inklusif: Menuju sikap terbuka dalam beragama. Bandung: Mizan.

Steenbrink, K. A. (1986). Pesantren, madrasah dan sekolah: Pendidikan Islam dalam kurun modern. Jakarta: LP3ES.

Udin, M. (2005). Ajaran terorisme tidak berasal dari pesantren. Diakses dari http://www.pandanaran.net

Yasin, M. Y. (2014). Pendidikan Islam inklusif-multikultural dalam perspektif teori Gestalt. Ta’allum: Jurnal Pendidikan Islam, 2(2), 195–214. https://doi.org/10.21274/taalum.2014.2.2.195-214




DOI: https://doi.org/10.18860/el.v20i2.5074

Editorial Office:  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jalan Gajayana No.50, Malang, Indonesia 65144

CC BY-NC-SA 4.0

This work is licensed under a CC-BY-NC-SA.
ISSN: 1858-4357 | e-ISSN: 2356-1734

Phone: +6282333435641
Fax: (0341) 572533
Email: elharakah@uin-malang.ac.id
elharakahjurnal@gmail.com
Website: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang