Orientasi Pendidikan Berwawasan Kebangsaan
Abstract
Restorasi dan reformasi pendidikan bisa menjadi momen penyadaran diri sebagai bangsa akan masalah keadilan dan kesetaraan. Kepekaan terhadap kesenjangan ekonomi dan sosial seharusnya semakin tumbuh dalam kesadaran masyarakat , lebih-lebih dengan adanya suasana yang semakin tidak menentu, dan momen ini akan sia-sia bila pendidikan tidak diarahkan kepada keterbukaan, sifat kritis serta menghormati keanekaragaman struktur politik, ekonomi, sosial dan budaya bangsa yang benar yang sesuai dengan UUD 45 dan falsafah negara dan bangsa Indonesia.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Buchori, M. (1994). Pendidikan dalam pembangunan. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Davis, I. K. (1971). The management learning. London: McGraw-Hill Book Co.
Degeng, I. N. S. (1989). Ilmu pengajaran: Taksonomi variabel. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti.
Gunarsa, S., & Gunarsa, N. S. (1989). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Johar. (2003). Pendidikan strategik untuk pendidikan masa depan. Yogyakarta: LESFI.
Karabel, J., & Hasley, A. H. (1997). Power and ideology in education. New York: Oxford University Press.
Muhadjir, N. (1987). Ilmu pendidikan dan perubahan sosial. Yogyakarta: Rake Sarasin.
Poespowardojo, S. (n.d.). Re-orientasi ilmu pendidikan di Indonesia. Jakarta: Educatio, IKIP Muhammadiyah Jakarta Press.
Poespowardojo, S., & Perera, F. M. (1994). Pendidikan wawasan kebangsaan. Jakarta: Grasindo.
Sahertian, P. A. (1994). Profil pendidik profesional. Yogyakarta: Andi Offset.
Sindhunata. (2000). Menggagas paradigma baru pendidikan: Demokratisasi, otonomi, civil society, globalisasi. Yogyakarta: Kanisius.
Zamroni. (2001). Paradigma pendidikan masa depan. Yogyakarta: Bayu Indra Grafika
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v3i2.5140
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
