Teologi Antropomorfistik: Alternatif Pemikiran. Menyelesaikan Tindak Kekerasan

Achmad Khudori Soleh

Abstract


Normatively, none of the religions advocate us to encourage their followers to engage in violence against their different peers and followers of other religions. However, historically-factually, violence is often a religious community. This paper tries to see the root of the problem that can encourage the occurrence of violence and provide alternative thought. Theocentric theological thinking has caused people to be ignorant of factual-empirical conditions, not knowing others, not even knowing themselves. This has caused the people  blindly defend their religious conceptions. Therefore, theocentric theology should be overhauled and drawn into anthropocentric theology (theology of humanity), so that the faithful can understand it, understand its environment, and pervade the pluralistic empirical conditions. At the same time, it is necessary also between the sacred normative region and the profane historical territory, so as to see where the standard teachings and which products of thought are changing and can be criticized. Thus the community can dialog and can cooperate with others well, open and wholeheartedly.


Secara normatif, tidak ada satupun agama yang menganjurkan kita untuk mendorong pemeluknya untuk melakukan kekerasan, baik terhadap sesamanya yang berbeda pandangan maupun pada pengikut agama lain. Namun, secara historis-faktual, tidak jarang tindak kekerasan dilakukan komunitas yang agamis. Tulisan ini mencoba melihat akar persoalan yang bisa­ mendorong terjadinya tindak kekerasan dan memberikan pemikiran alternatifnya. Pemikiran teologis yang teosentris telah menyebabkan masyarakat tidak kenal kondisi faktual-empiris, tidak kenal orang lain, bahkan tidak kenal dirinya sendiri. Hal ini menyebabkan masyarakat pemeluknya secara membabi buta membela konsep-konsep keagamaaannya. Karena itu, teologi teosentris (ketuhanan) harus dirombak dan ditarik menjadi teologi antroposentris (teologi kemanusiaan), sehingga umat agama bisa memahami dlirinya, memahami lingkungannya clan mernahami kondisi empirik yang pluralistik. Bersamaan dengan itu, perlu pula antara wilayah normatif yang sakral dan wilayah historis yang profan, sehingga bisa melihat mana ajaran yang baku dan mana produk pemikiran yang berubah dan bisa dikritik. Dengan demikian masyarakat bisa berdialog clan bekerja sama clengan  orang lain  secara baik, terbuka clan lapang dada.

Keywords


theocentric; theology of humanity

Full Text:

PDF

References


Abdullah, A. (1995). Filsafat Kalam di Era Postmodernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Abdullah, A. (1997). Teologi & filsafat dalam perspektif globalisasi ilmu dan budaya. In M. Ali, Agama dalam pergumulan masyarakat kontemporer (pp. xx–xx). Yogyakarta: Tiara Wacana.

Arkoun, M. (1986). Tarikhiyah al-Fikr al-‘Arabi al-Islami. Beirut: Markaz al-Inma' al-Qaumi.

Arkoun, M. (1990). Al-Islam al-Akhlaq wa al-Siyasah. Beirut: Markaz al-Inma' al-Qaumi.

Dabla, B. (1992). Ali Syariati dan metodologi pemahaman Islam. Al-Hikmah, (4), Bandung.

Ghazali, A.H.M. (n.d.). Al-Risalah al-Laduniyah. In Majmu’ah Rasail. Beirut: Dar al-Fikr.

Hanafi, H. (n.d.). Dirasat Islamiyah. Kairo: Maktabah al-Anjilo al-Misriyah.

Hanafi, H. (1991). Min al-‘Aqidah ila al-Tsaurah. Kairo: Madbuli.

Hanafi, H. (1994). Dialog agama & revolusi (Tim Pustaka, Trans.). Jakarta: Pustaka Firdaus.

Iji, A. A. (n.d.). Al-Mawaqif fi ‘Ilm al-Kalam. Beirut: Alam al-Kutub.

Iqbal, M. (1987). Javid Namah (Sadikin, Trans.). Jakarta: Panjimas.

Jilli, I. (n.d.). Al-Insan Al-Kamil (Vol. 1). Beirut: Dar Al-Fikr.

Khalid. (1985). Al-Iman wa al-Islam. Istanbul: Hakekat Kitabevi.

Khudori, S. (1999, May 3). Epistemologi Burhani: Sejarah, cara kerja dan perbandingannya dengan epistemologi Islam lainnya [Seminar paper]. Seminar Kuliah Filsafat Islam, PPS (S-2) IAIN Yogyakarta.

Khudori, S. (2000, March 1). Logika Aristoteles: Sejarah dan model konstruksinya [Lecture paper]. Kuliah Filsafat Barat Klasik-Tengah-Modern, PPS (S-3) IAIN Yogyakarta.

Kung, H. (1993). A global ethic: The declaration of the Parliament of the World’s Religions. New York: Continuum.

Pusat Penelitian Pembangunan Pedesaan & Kawasan UGM dan Departemen Agama RI. (1997). Perilaku kekerasan kolektif: Kondisi & pemicu. Yogyakarta.

Rahman, F. (1984). Membuka pintu ijtihad (A. Mahyudin, Trans.). Bandung: Pustaka.

Rahman, F. (1985). Approach to Islam in religious studies review essays. In R. C. Martin (Ed.), Approaches to Islam in religious studies. Tucson: The University of Arizona Press.

Shimogaki, K. (1994). Kiri Islam: Telaah pemikiran Hasan Hanafi. Yogyakarta: LKiS.

Stanesby, D. (1974). Science, reason & religion. London: Routledge.

Syariati, A. (1992). Humanisme antara Islam & mazhab Barat (A. Muhammad, Trans.). Bandung: Pustaka Hidayah.

Whitehead, A. N. (1974). Religion in the making. New York: New American Library.




DOI: https://doi.org/10.18860/el.v4i3.5167

Editorial Office:  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jalan Gajayana No.50, Malang, Indonesia 65144

CC BY-NC-SA 4.0

This work is licensed under a CC-BY-NC-SA.
ISSN: 1858-4357 | e-ISSN: 2356-1734

Phone: +6282333435641
Fax: (0341) 572533
Email: elharakah@uin-malang.ac.id
elharakahjurnal@gmail.com
Website: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang