Ibn Khaldun dan Pemikir Sosial Budaya
Abstract
Begitu besar nama Ibn Khaldun sehingga dunia mengakui dan mengkaji kembali pemikiran-pemikirannya. Jika kita menguak kembali khazanah pemikiran intelektual Islam abad pertengahan dan mengembangkan tradisi pemikiran di dunia kampus, tradisi dan budaya ini bagus untuk dilakukan. Tulisan ini mengangkat siapakah sesungguhnya sosok Ibn Khaldun itu dan bagaimana pemikirannya khususnya pada pemikiran sosial budayanya. Teori fenomena sosial Ibn Khaldun termasuk teori evolusi yang memandang fenomena sosial sebagai dinamika masyarakat, bangsa dan negara yang berbeda antar generasi. Masyarakat manusia menurut Ibn Khaldun adalah suatu entitas yang independen. dan dapat diurus secara sempurna lepas dari nilai-nilai agama. Menurutnya manusia bisa baik clan jahat pada saat yang sama. Manusia jahat karena adanya sifat dasar kebinatangan, dan sebaliknya, manusia itu baik karena keterlibatannya dengan manusia lain. Pemikiran Ibn Khaldun sangat visioner sehingga relevan dengan konteks perkembangan jaman sebagaimana yang kemudian dikembangkan oleh filsuf modern yang sesungguhnya bermuara dari pandangan sosial budaya Ibnu Khaldun.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Baali, F., & Wardi, A. (1981). Ibn Khaldun and Islamic thought: A social perspective. Massachusetts: Hall & Co.
Ba Yunus, I., & Toha, F. (1988). Sosiologi Islam dan masyarakat kontemporer. Bandung: Mizan.
Ibn Khaldun. (n.d.). Muqaddimah. Mesir: Maktabah Musthafa Muhammad.
Wafi, A. A. W. (1985). Ibn Khaldun: Riwayat dan karyanya (Ahmadi Taha, Trans.). Jakarta: Grafiti.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v2i2.5186
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
