Community Thought about The Existence of Jiwa Temple
Abstract
Banyak peninggalan dari hasil peradaban historis menjadi bukti keberadaan kehidupan di zaman kuno. Desa Segaran memiliki Jiwa temple dari peradaban kerajaan Tarumanagara yang masih beragama Hindu-Budha. Artikel ini mengulas keberadaan Jiwa temple bagi masyarakat dan komunitas Muslim di sekitarnya dan menafsirkannya sebagai hasil peninggalan kerajaan Hindu-Budha. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggambarkan dan secara sistematis menjelaskan fakta keberadaan candi dan makna pandangan komunitas Muslim di sekitarnya. Temuan menunjukkan bahwa keberadaan candi ini memiliki pengaruh besar pada masyarakat sekitarnya, terutama di bidang ekonomi, sementara makna dan pandangan komunitas Muslim di sekitarnya berbeda, beberapa menganggapnya suci dan sebaliknya. Jiwa temple memiliki pengaruh besar pada kehidupan masyarakat dalam bentuk faktor ekonomi khususnya, sosial dan keagamaan. Masyarakat setempat menafsirkan dan juga memandang candi sebagai monumen budaya, warisan sejarah yang harus dilindungi dan dilestarikan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agus, B. (2010). Agama dan fenomena sosial: Buku ajar sosiologi agama. Jakarta: UI-Press.
Al-Qardhawy, Y. (2000). Anatomi masyarakat Islam. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
Aminuddin. (2011). Semantik: Pengantar studi tentang makna. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Daldjoeni, N. (1998). Geografi kota dan desa. Bandung: Alumni.
Djafar, H. (2010). Kompleks percandian Batujaya Karawang: Rekonstruksi sejarah kebudayaan daerah pantai utara Jawa Barat. Bandung: Kiblat Buku Utama.
Ekadjati, E. S. (1984). Masyarakat Sunda dan kebudayaannya. Jakarta: Girimukti Pasaka.
Geertz, C. (1983). Abangan, santri, priyayi dalam masyarakat Jawa. Jakarta: Pustaka Jaya.
Ghazali, A. M. (2011). Antropologi agama: Upaya memahami keragaman kepercayaan, keyakinan, dan agama. Bandung: Alfabeta.
Kaelany. (2000). Islam dan aspek-aspek kemasyarakatan. Jakarta: Bumi Aksara.
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). (2018, Oktober 10). Nisan. http://www.kamusbesar.com/27177/nisan
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). (2018, Oktober 10). Prasasti. http://www.kamusbesar.com/31038/prasasti
Kepustakaan Candi. (2014). Database kepustakaan candi Indonesia. http://candi.perpusnas.go.id/temples/
Mathar, M. D. (2005). Sejarah, teologi dan etika agama-agama. Yogyakarta: Interfidei.
Pals, D. L. (2001). Dekonstruksi kebenaran: Kritik tujuh teori agama. Yogyakarta: IRCiSoD.
Silalahi, U. (2010). Metode penelitian sosial. Bandung: Refika Aditama.
Soelaeman, M. (2011). Ilmu sosial dasar: Teori dan konsep ilmu sosial. Bandung: Refika Aditama.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syam, N. (2007). Madzhab-madzhab antropologi. Yogyakarta: LKiS.
Syukur, A. (2007). Kebangkitan agama Buddha. Bandung: Gunung Djati Press.
Sztompka, P. (2007). Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Prenada.
Wahyu, R. (2012). Ilmu budaya dasar. Bandung: Pustaka Setia.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v21i1.5845
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |

