Integration of Walisongo’s Da’wah Spirit with Science in Indonesian National Qualification Framework Based Curriculum
Abstract
Penelitian ini bertujuan menjelaskan pandangan pengambil kebijakan, konsep integrasi dalam pengembangan ilmiah, dan strategi mengintegrasikan semangat dakwah Walisongo dengan ilmu pengetahuan dalam kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) pemangku kepentingan berpendapat bahwa semangat dakwah Walisongo telah digunakan sebagai nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan beberapa akademisi, tetapi belum sepenuhnya dipahami karena masih ada beberapa warga akademik yang menganggapnya sebagai mitos. Semangat manajemen kelembagaan harus sesuai dengan nama lembaga tersebut, jika tidak maka ada kesalahan manajemen, (2) konsep integrasi dalam kurikulum berbasis KKNI di tiga lembaga memiliki kesamaan pada umumnya tetapi memiliki karakteristik khusus dalam mengembangkan pengetahuan ilmiah berdasarkan visi dan nilai-nilai inti lembaga. (3) Strategi memadukan semangat Walisongo tercermin dari mengevaluasi aspek-aspek yaitu: a) institusi dengan cara membangun interkoneksi, slogan atau falsafah pendirinya, birokrasi kesalehan (bersih dan jelas), b) pengembangan sumber daya manusia, dan c) integrasi akademik melalui mata pelajaran Islam dengan sains dan teknologi, laboratorium halal, dan hukum Islam.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Al-Jazairy, S. T. I. S. (n.d.). Jawahirul Kalamiyah. Multazam.
Aminuddin, L. H. (2010). Integrasi ilmu dan agama: Studi atas paradigma integratif interkonektif UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kodifikasia, 4(1), 1–34. https://doi.org/10.21154/kodifikasia.v4i1.746
Arif, M. (2013). Sejarah lengkap Wali Sanga: Dari masa kecil, dewasa, hingga akhir hayatnya. Yogyakarta: DIPTA.
As, M. S. (1996). Ulama pembawa Islam di Indonesia. Jakarta: Lentera.
Audah, A., et al. (1993). Islam dan kebudayaan Indonesia: Dulu, kini, dan esok. Jakarta: Yayasan Festival Istiqlal.
Bagir, Z. A. (2005). Integrasi ilmu dan agama: Interpretasi dan aksi. Bandung: Mizan Pustaka.
Haryanto, J. T. (2003). IAIN Walisongo mengeja tradisi merajut masa depan. Semarang: Pustakindo Pratama.
Hatmansyah. (2015). Strategi dan metode dakwah Walisongo. Jurnal Al Hiwar, 3(5), 10–17. https://doi.org/10.18592/al-hiwar.v3i5.1193
Hayat. (2014). Integrasi agama dan umum melalui mata kuliah PAI di perguruan tinggi. Jurnal Insania, 19(2), 254–272. https://doi.org/10.24090/insania.v19i2.715
Hernawan, W. (2012). Tracing Walisongo's traces and heritage. Journal of Insight, 35(1), 88–98.
Jalil, M. A. (2012). Walisongo. Bandung: Pustaka Setia.
Jono, A. A. (2016). Studi implementasi kurikulum berbasis KKNI pada program studi Pendidikan Bahasa Inggris di LPTK se-kota Bengkulu. Manhaj, 4(1), 57–68.
Mawardi, H. (2016). Globalisasi dan kurikulum berbasis KKNI. Jurnal Safina, 1(2), 1–10.
Muhaimin. (2016). Model pengembangan kurikulum dan pembelajaran dalam pendidikan Islam kontemporer. Malang: UIN Maliki Press.
Muryani, S., et al. (2012). Identifikasi kemampuan mengembangkan kurikulum dalam implementasi KTSP di kalangan guru SMK-BM di Kota Salatiga. Jurnal Satya Widya, 29(2), 178–186.
Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (2006). Kerangka dasar keilmuan dan pengembangan kurikulum. Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Qomar, M. (2007). Manajemen pendidikan Islam: Strategi baru pengelolaan lembaga pendidikan. Jakarta: Erlangga.
Saifullah. (2010). Sejarah dan kebudayaan Islam di Asia Tenggara. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Salam, S. (1960). Sekitar Walisongo. Kudus: Menara.
Soekandar, Ch. (1990). Qosim Sunan Drajat: Amanah dan sejarahnya. Surabaya: Sinar Wijaya.
Sofwan, R., et al. (2004). Islamization of Java. Yogyakarta: Library Learning.
Sulistiono, B. (2014, Mei 26–31). Walisongo dalam pentas sejarah Nusantara [Paper presentation]. Kajian Walisongo, Universitas Teknologi Mara Sarawak, Surabaya.
Sunarjo, R. H. U. (1983). Reviewing stage glance: Kingdom government history 1479–1809 Cirebon. Bandung: Tarsito.
Sunyoto, A. (2017). Atlas Wali Songo: Buku pertama yang mengungkap Wali Songo sebagai fakta sejarah. Tangerang Selatan: Pustaka Ilman.
Suparlan, Y. B. (1991). Kamus Indonesia–Kawi. Yogyakarta: Kanisius.
Suprayogo, I. (2008). Perubahan pendidikan tinggi Islam: Refleksi perubahan IAIN/STAIN menjadi UIN. Malang: UIN Maliki Press.
Sutrisno, B. H. (2010). Sejarah Walisongo: Misi pengislaman di tanah Jawa. Yogyakarta: Graha Pustaka.
Syafrizal, A. (2015). Sejarah Islam Nusantara. Islamuna, 2(2), 254–266. https://doi.org/10.19105/islamuna.v2i2.664
Syam, N. (2005). Islam pesisir. Yogyakarta: LKiS.
Tim Kurikulum & Pembelajaran, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. (2014). Buku kurikulum pendidikan tinggi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (2017). Buku pengenalan budaya akademik UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Yogyakarta: SUKA-Press.
Widiyatmiko. (n.d.). Sejarah Walisongo. Diakses 9 September 2017, dari http://www.widiyatmiko.staff.gunadarma.ac.id
Wijaya, A. (2015). Menusantarakan Islam: Menelusuri jejak pergumulan Islam yang tak kunjung usai di Nusantara. Yogyakarta: Nadi Pustaka.
Zuhri, S. (1981). Sejarah kebangkitan Islam dan perkembangannya di Indonesia. Bandung: Al-Ma’rif.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v21i1.5926
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |

