Muslimah’s Clothing Brand, Identity, and Myths in Barthes Semiotic Study
Abstract
Penelitian ini mendiskusikan fenomena maraknya produk busana muslimah seiring dengan gelombang gerakan ‘hijrah’ di Indonesia. Busana muslimah ditampilkan dengan beragam brand yang bila dikaji terkait dengan kelas dan identitas tertentu. Di dalam busana muslimah juga terkandung mitos dalam konteks Barthes. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap relasi di antara variabel-variabel tersebut. Kajian menggunakan metode deskripsi-kualitatif dengan teori semiotika Barthes melalui tahapan analisis denotasi dan konotasi. Hasil penelitian menunjukkan keterkaitan antara brand dan identitas konsumen. Busana muslimah adalah penanda (gambaran akustik),sedangkan yang menjadi petanda (konsep) adalah ‘busana dan kelengkapannya yang digunakan oleh perempuan beragama Islam’. Hubungan (tanda) di antara penanda dan petanda dalam hal ini adalah relasi keagamaan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
AyangUyang. (2013, April 26). (Begini seharusnya) Hijaber. AyangUyang WordPress. Diakses 6 Januari 2019, dari https://ayanguyang.wordpress.com/2013/04/26/begini-seharusnya-hijaber/
Barker, C. (2005). Cultural studies: Teori dan praktik. Yogyakarta: Bentang Pustaka.
Barthes, R. (1957). Mythologies. Paris: Éditions du Seuil.
Barthes, R. (1983). The fashion system. New York: Hill & Wang.
Brenner, S. (1996). Reconstructing self and society: Javanese Muslim women and ‘the veil’. American Ethnologist, 23.
Data, K. (2016, November 11). Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar dunia. Databoks Katadata. Retrieved 6 January 2019, from https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2016/11/11/indonesia-negara-berpenduduk-muslim-terbesar-dunia
Endah. (2014, Agustus 9). Istilah jilboobs penghinaan bagi perempuan berjilbab. Katarik. Retrieved 6 January 2019, from https://katarik.com/2014/08/09/istilah-jilboobs-penghinaan-bagi-perempuan-berjilbab/
Fauzi, A. (2016). Pakaian wanita Muslimah dalam perspektif hukum Islam. Iqtishodia: Jurnal Ekonomi Syariah, 1(1), 41–58. https://doi.org/10.35897/iqtishodia.v1i1.56
Febrina, Y. (2014). Fenomena gaya busana Muslimah kekinian: Studi kasus komunitas Hijabers Kota Bengkulu (Skripsi, Universitas Bengkulu).
Hamidah, & Syadzali, A. (2016). Analisis semiotika Roland Barthes tentang fenomena jilboobs. Studia Insania, (1), 117–126.
Haromaini, N. (2013). Studi analisis pemaknaan Hijabers Community Surabaya terhadap hijab dalam film 99 Cahaya di Langit Eropa. Commonline Departemen Komunikasi, 3(3), 595–607.
Istiqomah, N. (2016). Mengungkap mitos simbol halal dalam iklan kerudung Zoya di Instagram (Skripsi, Universitas Diponegoro, Semarang). https://media.neliti.com/media/publications/187895-ID-none.pdf
Janti, N. (2018). Menyelami sejarah busana Muslim. Historia. https://historia.id/budaya/articles/menyelami-sejarah-busana-muslim-P3qo7
Maftuhin, A. (2011). Menyingkap struktur makna pakaian Arab: Review buku Arab Dress: From the Dawn of Islam to Modern Times karya Yedida Kalfon Stillman. Musãwa, 10(1).
Model Baju Gamis Terbaru. (2019, Januari 5). Baju Muslim Remaja. https://gamismodelbaru.com/baju-muslim-remaja-950/
Muzakki, A. (2007). Kontribusi semiotika dalam memahami bahasa agama. Malang: UIN Malang Press.
Pambudy, N. (2000). Gaya hidup suka mengonsumsi dan meniru: Beranikah berinovasi? Prisma, 31(1), 14–27.
Priherdityo, E. (2016). Kreasi busana syar’i dengan bubuhan Swarovski Si. Se. Sa. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160211124327-277-110318/kreasi-busana-syari-dengan-bubuhan-swarovski-sisesa
Rollick, A. (2017). 10 merk jilbab ternama di Indonesia. Jurnal Bumi. https://jurnalbumi.com/merek-jilbab-ternama-di-indonesia/
Ruhak, S. (2015). Model baju busana Muslim tradisional. Retrieved 4 January 2019, from http://www.hijabusanamuslim.com/2015/10/model-baju-busana-muslim-tradisional.html
Sari, S. (2017). Komodifikasi khimar: Lunturnya batas-batas. In W. L. Manggong (Ed.), Gender dan representasi (pp. 73–83). Medan: Obelia Publisher.
Satoto, S. (1992). Metode penelitian sastra II (BPK). Surakarta: Sebelas Maret University Press.
Siauw, F. (2013). Yuk berhijab. Jakarta: Mizania.
STNRSYFK. (2019, 4 January). Bertudung tidak bertudung telanjang [Twitter post]. Diakses dari https://twitter.com/fikaceyka
Sunyoto, D. (2012). Dasar-dasar manajemen pemasaran. Yogyakarta: Penerbit CAPS.
Wijayanti, R. (2017). Jilbab sebagai etika busana Muslimah dalam perspektif Al‑Qur’an. Cakrawala: Jurnal Studi Islam, 12(2), 151–170. https://doi.org/10.31603/cakrawala.v12i2.1842
Pambudy, N. (2000). Gaya hidup suka mengonsumsi dan meniru: Beranikah berinovasi? Prisma, 31(1), 14–27.
Zaimar, O. K. S. (2014). Semiotika dalam analisis karya sastra. Depok: Komodo Books.
Zoest, A. V. (1993). Semiotika: Tentang tanda, cara kerjanya dan apa yang kita lakukan dengannya. Jakarta: Yayasan Sumber Agung.
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v21i1.6188
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |

