Spiritual Education through Ziarah Tradition in Syaikh Syamsuddin Al-Wasil Kediri

M. Al-Qodhi Abi Saidil Mahzumi, A. Jauhar Fuad

Abstract


This paper aims to examine the development of spirituality that is traversed through the grave pilgrimage tradition by utilizing symbolic interactionist theory, religious and cultural theory, and spiritual intelligence theory. This study wanted to reveal the process and impact of a person’s spiritual change after carrying out the tradition of pilgrimage in the Tomb of Shaykh Syamsuddin al-Wasil, Kediri city. The results of this study show that first, spiritual process of pilgrims starts from the reason for making the tomb of Shaykh Syamsuddin Al-Wasil, Kediri city as an object of spiritual education, namely a media reminder for pilgrims, efforts to approach pilgrims to Allah, and as a place of prayer. The spiritual process itself is divided into three stages, namely; (1) pre-pilgrimage by purifying with ablution, (2) the stage of pilgrimage begins with tawasul on special people, reading the Qur’an, reading tahlil and finally reading the do’a, (3) after the pilgrimage by doing shodaqoh. Second, in terms of spiritual changes in the pilgrim’s self, namely; (1) inner changes such as calmness of heart and feeling holy heart, (2) changes in the end like feeling in living life more diligently and zealously, feeling lazy disappears, and pilgrims can control emotions.


Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan spiritualitas yang dilalui dengan cara tradisi ziarah kubur dengan memanfaatkan teori interaksionis simbolis, teori agama dan budaya, serta teori kecerdasan spiritual. Penelitian ini mengungkap proses dan dampak perubahan spiritual sesorang setelah melakukan tradisi ziarah di Makam Syaikh Syamsuddin al-Wasil kota Kediri. Hasil penelitian ini menemukan bahwa; pertama proses spiritual peziarah bermula dari alasan menjadikan makam Syaikh Syamsuddin Al-Wasil Kota Kediri sebagai objek pendidikan spiritual yakni, media pengingat bagi peziarah, upaya mendekatan peziarah pada Allah, dan sebagai tempat berdo’a. Proses spiritual sendiri dibagi menjadi tiga tahap yakni; (1) pra ziarah dengan melakukan penyucian dengan berwudhu, (2) tahap ziarah dimulai dengan bertawasul pada orang-orang khusus, membaca al-Qur’an, membaca tahlil dan terakhir membaca do’a, (3) pasca ziarah dengan melakukan shodaqoh. Kedua, segi perubahan spiritual yang terjadi pada diri peziarah yakni; (1) perubahan secara batin seperti ketenangan hati dan merasa hati menjadi bersih, (2) perubahan secara dhohir seperti merasa dalam menjalani hidup semakin rajin dan bersemangat, rasa malas menghilang, dan peziarah dapat mengontrol emosi.

Keywords


grave pilgrimage tradition; spiritual education

Full Text:

PDF

References


Aji, W. (2014). Tengah malam, Hatta ziarah ke makam ulama Kediri. Tribunnews.com. http://www.tribunnews.com/nasional/2014/04/05/tengah-malam-hatta-ziarah-ke-makam-ulama-kediri

Al-Musawa, M. (2007). Kenalilah aqidahmu. Jakarta: Majlis Rasululllah.

Aziz, S. (2017). Pendidikan spiritual berbasis sufistik bagi anak usia dini dalam keluarga. Dialogia: Jurnal Studi Islam dan Sosial, 15(1), 131–149.

Azra, A. (1998). Esai-esai intelektual Muslim dan pendidikan Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Azzet, A. M. (2010). Mengembangkan kecerdasan spiritual bagi anak. Yogyakarta: Kata Hati.

Chair, A., Misbah, M. M., & Asdari, A. (2019). Ziarah kubur activity phenomenon on the last days of Sha’ban month in Jakarta. Proceedings of the International Conference on Culture and Language in Southeast Asia (ICCLAS). https://doi.org/10.2991/icclas-18.2019.4

Dwi, A. (2019). Menengok makam Pangeran Mekah di Kediri ramai peziarah saat Ramadhan. Detiknews. https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4550190/menengok-makam-pangeran-mekah-di-kediri-ramai-peziarah-saat-ramadhan

Elbadiansyah, & Umiarso. (2014). Interaksionisme simbolik dari era klasik hingga modern. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Fuad, A. J. (2019). Tlatah dan tradisi keagamaan Islam Mataraman. Jurnal Pemikiran Keislaman, 30(1), 1–27. https://doi.org/10.33367/tribakti.v30i1.659

Geertz, C. (1992). Kebudayaan dan agama. Yogyakarta: Kanisius Press.

Geertz, C. (2013). Agama Jawa: Abangan, santri, priyayi dalam kebudayaan Jawa. Depok: Komunitas Bambu.

Ibrahim, M. R. (2016). Persepsi masyarakat tentang makam raja dan wali Gorontalo. El Harakah, 18(1), 76–93.

Indrahti, S. (2013). Kudus dan Islam: Nilai-nilai budaya lokal dan industri wisata ziarah. Semarang: Madinah. http://eprints.undip.ac.id/kudusdanislam

Ismail, A. (2016). Ziarah ke makam wali: Fenomena tradisional di zaman modern. Al-Qalam, 19(2), 149–164. https://doi.org/10.31969/alq.v19i2.156

Jurdi, S. (2014). Sosiologi Islam & masyarakat modern. Jakarta: Prenada Media.

Marzali, A. (2016). Agama dan kebudayaan. UMBARA: Indonesian Journal of Anthropology, 1(1), 57–75.

Mubit, R. (2016). Menelusuri eksotisme makam Syaikh Syamsuddin Al-Wasil. NU Online. http://www.nu.or.id/post/read/67218/menelusuri-eksotisme-makam-syaikh-syamsuddin-al-wasil

Mumfangati, T. (2007). Tradisi ziarah makam leluhur pada masyarakat Jawa. Jantra, 2(3).

Mustagfiroh, H., & Mustaqim, M. (2014). Analisis spiritualitas para pencari berkah (Studi atas motivasi peziarah di makam Sunan Kalijaga Kadilangu Demak). Jurnal Penelitian, 8(1), 143–160. https://doi.org/10.21043/jupe.v8i1.1345

Narulita, S. (2018). Spiritualitas modern melalui wisata religi. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars (Series 2), 904–912.

Putra, A. E. (2013). Tasawuf sebagai terapi atas problem spiritual masyarakat modern. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 8(1), 45–57. https://doi.org/10.24042/adyan.v8i1.525

Saleh, F., & Chamid, N. (2018). Rekonstruksi narasi sejarah Syekh Al-Wasil Syamsudin dan peranannya dalam penyebaran Islam di wilayah Kediri dan sekitarnya: Menggali pijakan mempertegas identitas IAIN Kediri. In Prosiding Nasional (Vol. 1). Kediri: IAIN Kediri.

Sardjuningsih, S. (2015). Islam mitos Indonesia (kajian antropologi-sosiologi). Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam, 9(1), 61–100. https://doi.org/10.21154/kodifikasia.v9i1.796

Sari, N. I., Wajdi, F., & Narulita, S. (2018). Peningkatan spiritualitas melalui wisata religi di Makam Keramat Kwitang Jakarta. Jurnal Studi Al-Qur’an, 14(1), 44–58. https://doi.org/10.21009/JSQ.014.1.04

Sholeh, M., & Musbikin, I. (2005). Agama sebagai terapi: Telaah menuju ilmu kedokteran holistic. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Siroj, S. A. (2006). Tasawuf sebagai kritik sosial: Mengedepankan Islam sebagai inspirasi, bukan aspirasi. Bandung: Mizan Pustaka.

Sunyoto, A. (2017). Atlas Wali Songo. Tangerang: Pustaka IIMaN.

Syam, N. (2006). Madzhab-madzhab antropologi. Yogyakarta: LKiS Pelangi Aksara. http://garisbuku.com/shop/madzhab-antropologi/

Syukur, S. (2016). The continuity and discontinuity of visiting Sheikh Yusuf tomb tradition in Kobbang Gowa–South Sulawesi. El Harakah, 18(1), 63–75.

Wilcox, L. (2013). Psikologi kepribadian: Analisis seluk beluk kepribadian manusia. Yogyakarta: IRCiSoD.

Zohar, D., & Marshall, I. (2007). SQ – Kecerdasan spiritual. Bandung: Mizan Pustaka




DOI: https://doi.org/10.18860/el.v21i2.7030

Editorial Office:  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Jalan Gajayana No.50, Malang, Indonesia 65144

CC BY-NC-SA 4.0

This work is licensed under a CC-BY-NC-SA.
ISSN: 1858-4357 | e-ISSN: 2356-1734

Phone: +6282333435641
Fax: (0341) 572533
Email: elharakah@uin-malang.ac.id
elharakahjurnal@gmail.com
Website: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang