Ngurup Cimplung: Food Security Strategy in Banjarnegara Household
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk melihat kehidupan petani dari perspektif survival strategy. Pendekatan etnografi digunakan dengan teknik observasi partisipan dan wawancara. Hasil studi menunjukkan meskipun terjadi perubahan akibat modernisasi pertanian, tetapi tradisi dan pengetahuan lokal tetap dilakukan. Ada dua strategi yang dilakukan petani yaitu strategi jangka pendek yaitu dengan “ngurup cimplung”, mengambil tanaman di sekitar yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Sedangkan strategi jangka panjang dilakukan dengan melakukan berbagai ritual, yaitu “gethekan”, ritual adat ujungan, maupun sholat istisqa yang kesemuanya adalah mengaharap ridha Ilahi agar alam tetap bersahabat dengan mereka. Dengan melakukan ritual ini juga memiliki fungsi besar dalam ketahanan pangan baik di level komunitas maupun rumah tangga bahkan individu. Setiap kegiatan khusus biasanya menyuguhkan pangan lokal. Bagi mereka, upaya yang dilakukan adalah sebagai upaya pertukaran, sebagaimana “ngurup cimplung” merupakan upaya pertukaran ekonomi. Sedangkan melakukan ritual dengan menyuguhkan berbagai makanan dipercaya akan mendapatkan rejeki yang setara bahkan lebih berlimpah dari yang diberikan. Meskipun beras menjadi makanan pokok di setiap aktivitas, tetapi masyarakat Gumelem, Banjarnegara tetap bisa menggunakan dengan bijak sebagai upaya ketahanan pangan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian. (2018). Indeks ketahanan pangan 2018.
Badan Pusat Statistik. (2016). Keadaan angkatan kerja Jawa Tengah Agustus 2015. Semarang: BPS Jawa Tengah.FAO. (2011). The role of women in agriculture (Vol. 11). https://doi.org/10.1002/2014GB005021
Gallina, A. (2010). Gender aware approaches in agricultural programmes – International literature review. Retrieved from http://www.sida.se/publications
Hudayana, B., Astuti, S. R., Sadilah, E., Hantoro, Su. D., Kusumawanto, A., & Okhtaby, N. Z. (2012). Ritual adat Ujungan Desa Gumelem Wetan Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB).
Iskandar, J., & Iskandar, B. (2011). Agroecosystem of Sundanese people. Bandung: Buku Kiblat Utama Press.
KBBI. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia daring. Retrieved from https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/bau
Khush, G. S. (2003). Green revolution: Challenges ahead.
Limenta, M. E., & Chandra, S. (2017). Indonesian food security policy. Indonesia Law Review, 7(2), 245–265. https://doi.org/10.15742/ilrev.v7n2.198
Manesa, J., Baliwati, Y. F., & Tanziha, I. (2008). Ketahanan pangan rumah tangga di desa panghasil damar Kabupaten Lampung Barat. Jurnal Gizi dan Pangan, 3(3), 172–179. https://doi.org/10.25182/jgp.2008.3.3.172-179
Pemerintah Desa Gumelem Wetan. (2017). Profil Desa Gumelem Wetan Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara tahun 2017 tentang data pokok potensi desa tingkat perkembangan desa tahun 2017.
Pemerintah Desa Gumelem Wetan. (2019). Laporan penyelenggaraan pemerintahan Desa Gumelem Wetan tahun 2018. Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara.
R., E. W., Irianto, H., & Anam, C. (2015). Kajian identifikasi pangan pokok berbasis kearifan lokal pada rumah tangga pra sejahtera di Jawa Tengah. Agriekonomika, 4(1), 66–79.Ramadhan, R., & Sudadi, U. (2016). Perubahan penggunaan lahan dan pemanfaatan ruang pada wilayah rawan longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 6(2), 159–167.
Russell, J., Flood, V., Yeatman, H., & Mitchell, P. (2011). Food security in older Australians. Journal of Nutrition Education and Behavior, 43(2), 1–4. https://doi.org/10.1016/j.jneb.2010.12.007
Suhardianto, A., Baliwati, Y. F., & Sukandar, D. (2007). Ketahanan pangan rumah tangga petani penghasil beras organik. Jurnal Gizi dan Pangan, 2(3), 1–12. https://doi.org/10.25182/jgp.2007.2.3.1-12
Sundari, I., & Nachrowi, N. D. (2016). Analisis raskin dan ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia (analisis data Susenas 2011). Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 15(2), 121. https://doi.org/10.21002/jepi.v15i2.452
Widodo, S. (2003). Globalisasi terhadap ketahanan pangan. Agro Ekonomi, 10.
Wijayanti, C., Luthfi, A., & E. K. (2016). Pojokan sebagai strategi pemenuhan kebutuhan ekonomi buruh harian pabrik ketjap ikan lele di Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Solidarity, 5(2).
DOI: https://doi.org/10.18860/el.v21i2.7480
Editorial Office: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang This work is licensed under a CC-BY-NC-SA. | Phone: +6282333435641 |
