RELASI SOSIAL SISWA BERBEDA AGAMA DI SD NEGERI 5 AMPELGADING
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan menganalisis, dan mengeksplorasi (1) pola relasi sosial siswa berbeda agama, (2) upaya sekolah dalam mengelola perbedaan agama di kalangan siswa, dan (3) hal yang membentuk relasi sosial antar siswa berbeda agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Kemudian, data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan teknik kondensasi data, penyajian dan dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, untuk pengecekan keabsahan data, peneliti menggunakan teknik kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pola relasi sosial siswa berbeda agama di SD Negeri 5 Ampelgading Malang adalah relasi sosial dalam bentuk akomodasi, relasi sosial dalam bentuk kerjasama, relasi sosial dalam bentuk prestasi, dan relasi sosial dalam konflik yakni konflik. (2) Upaya sekolah dalam mengelola perbedaan agama di kalangan siswa di SD Negeri 5 Ampelgading Malang yaitu a) kebijakan sekolah, yang diwujudkan melalui kegiatan keagamaan yaitu perayaan hari-hari besar keagamaan, Jum’at Beriman dan Naluri Kemanusiaan. b) Kerjasama dengan orang tua, c) kerjasama dengan masyarakat. (3) Hal-hal yang membentuk relasi sosial antar siswa berbeda agama di SD Negeri 5 Ampelgading Malang yaitu, pembelajaran dan bimbingan, keteladanan dan pembiasaan.
Full Text:
PDFReferences
Arifiyanti, Nurul. (2015). Kerjasama Antara Sekolah dan Orangtua Siswadi TK SeKelurahan Triharjo Sleman. Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta
Dany Haryanto & G. Edwi Nugrohad. (2011). Pengantar Sosiologi Dasar. Jakarta: PT Prestasi Pustakaraya.
Daradjat, Zakiyah. 1995. Pendidikan Islam dalam Keluarga dan Sekolah, Jakarta: Ruhana
Elly M. Setiadi dan Usman Kolip. (2011) . Pengantar Sosiologi Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial : Teori, Aplikasi, dan Pemecahannya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Harto, Kasinyo. (2014). Model Pengembangan Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Hidayat, Syarif. (Juli-Agustus 2013). Pengaruh Kerjasama Orang Tua Dan Guru Terhadap Disiplin Peserta Didik Di Sekolah Menengah Pertama Negeri Kecamatan Jagakarsa. Jakarta Selatan; Jurnal Ilmiah,Vol.1, No. 2.
Imran, Maman. (1980). Antropologi Pendidikan Suatu Pengantar. Jakarta: Dirjen DIKTI.
Johnson Doyle, Paul. (1980). Teori Sosiologi Klasik dan Modern, Jakarta: Gramedia Pustaka.
Koordinator Perguruan Tinggi Swasta, UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3, https://www.kopertis7.go.id, (diakses pada tanggal 18 Februari 2021).
Mahfud, Choirul. (2008). Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Maksum, Ali. (2011). Pluralisme dan Multikulturalisme; Paradigma Baru Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Malang: Aditya Media Publishing.
Naim, Ngainum. (2008). Pendidikan Multikultural Konsep dan Aplikasi. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Ramayulis. (2005). Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta : Kalam Mulia.
Saha, Lurence. (1997). Multikultural Education,.New York: Pergamon.
Salmiwati. (2013). Urgensi Pendidikan Agama Islam dalam Pengembangan Nilai-Nilai Multikultual. Jurnal Al- ta’lim, Jilid I, No. 4
Sarlito W. Sarwono & A. Meinarno Eko. (2009)Psikologi Sosial, Jakarta: Salemba Humanika.
Shihab, M. Quraish. (1996). Wawasan al-Qur’an: Tafsir Maudhu`I atas Pelbagai Persoalan Umat,.Bandung: Mizan.
Surakhmad, Winarno. 1994. Interaksi Mengajar-Belajar. Bandung: Tarsito.
DOI: https://doi.org/10.18860/jie.v4i1.13179
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Journal of Islamic Education
Indexing







