Tinjauan Ruang Lingkup Alat Pengukuran Kepatuhan Kemoterapi di Asia: Implikasi untuk Penggunaan di Indonesia

Mar'atus Sholihah, Muhamad Zulfatul A’la, Nurfika Asmaningrum

Abstract


Latar belakang:  Berbagai alat ukur telah dikembangkan untuk menilai tingkat kepatuhan pasien terhadap kemoterapi, namun belum ada standar yang disepakati secara luas di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang sistematis untuk mengidentifikasi alat ukur kepatuhan kemoterapi yang telah digunakan di Asia dan mengevaluasi kesesuaiannya dalam konteks Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan scoping review terhadap alat ukur kepatuhan kemoterapi yang digunakan di Asia serta mengevaluasi relevansinya bagi penerapan di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan Scoping Review dengan framework Arksey & O’Malley. Pencarian artikel dilakukan di PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar. Data diekstraksi menggunakan PRISMA-ScR, dengan variabel utama meliputi nama alat ukur, metode, validitas, reliabilitas, serta konteks penggunaannya. Hasil:.Hasil tinjauan menunjukkan bahwa alat ukur kepatuhan kemoterapi yang paling sering digunakan di Asia adalah Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), Medication Possession Ratio (MPR), Medication Event Monitoring System (MEMS), Beliefs about Medication Questionnaire (BMQ), dan aplikasi berbasis mobile. Masing-masing alat ukur memiliki kelebihan dan keterbatasan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis, tidak ada satu alat ukur yang ideal untuk semua konteks, sehingga kombinasi beberapa metode direkomendasikan. Adaptasi dan validasi lokal diperlukan untuk memastikan alat ukur yang digunakan sesuai dengan konteks budaya dan sistem kesehatan di Indonesia.


Full Text:

PDF

References


1. Tsekrekos et al. Kepatuhan Kemoterapi dan Kelangsungan Hidup Pasien Kanker. Oncol Res J. 2023; 35(4): 112–25.

2. Xu et al. Pengaruh Kepatuhan terhadap Hasil Klinis Pasien Kanker. Cancer Treat Rev. 2016; 29(2): 56–68.

3. Yağcı‐Küpeli et al. Metode Penilaian Kepatuhan Pasien terhadap Kemoterapi. J Oncol Pract. 2017; 12(5): 78–89.

4. Lu et al. Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan dalam Terapi Kanker. Cancer Ther J. 2020; 40(3): 145–58.

5. Chen et al. Tantangan Kepatuhan pada Pasien Lanjut Usia dalam Kemoterapi. Geriatr Oncol J. 2017; 8(1): 22–35.

6. Ahmed et al. Pengaruh IMRT terhadap Kepatuhan Pasien Kanker. Radiat Ther Oncol. 2022; 15(4): 112–25.

7. Lu et al. Efektivitas Modifikasi Dosis dalam Kemoterapi. Cancer Pharmacol J. 2015; 28(2): 98–110.

8. Szturz et al. Dosis Rendah vs Dosis Tinggi dalam Kepatuhan Kemoterapi. J Chemother. 2017; 22(3): 67–78.

9. Song et al. Efek Kemoterapi Neoadjuvan terhadap Kepatuhan. Oncol Rev. 2016; 18(2): 45–58.

10. Zaborowski et al. Strategi Optimalisasi Kepatuhan Pasien Kanker. J Cancer Res. 2019; 33(5): 132–48.

11. Chackunkal et al. Program Edukasi Berbasis Teknologi untuk Meningkatkan Kepatuhan. Patient Educ Couns. 2016; 19(4): 77–90.

12. He et al. Pengaruh Faktor Psikologis terhadap Kepatuhan Pasien. Psycho-Oncology J. 2024; 42(1): 33–48.

13. Lea et al. Instrumen Kepatuhan Kemoterapi di Asia. Asian Oncol Rev. 2018; 25(3): 110–25.

14. Murali et al. Analisis Instrumen Kepatuhan Pasien Kanker. J Med Metrics. 2022; 29(2): 56–70.

15. Aljohani et al. Penggunaan MMAS dan MARS dalam Pengukuran Kepatuhan Pasien. J Medicat Adherence. 2021; 29(3): 112–28.

16. Patel et al. Evaluasi Skala MARS dalam Kepatuhan Kemoterapi. Oncol Adherence J. 2013; 18(4): 89–102.

17. Atkinson et al. Bias dalam Self-Reported Questionnaires. J Pharm Res. 2016; 22(1): 56–70.

18. Ross et al. Pengukuran Kepatuhan Kemoterapi di Asia. Asian Oncol J. 2018; 30(2): 45–60.

19. McCue et al. Tantangan dalam Penggunaan MEMS untuk Pengukuran Kepatuhan. J Med Informatics. 2014; 20(5): 145–60.

20. Zeng et al. Pengaruh Aplikasi Mobile terhadap Kepatuhan Pasien Kanker. Digit Heal J. 2023; 25(2): 77–89.

21. Hatah et al. Tantangan Implementasi Teknologi Digital dalam Kepatuhan Pasien. J Healthc Technol. 2020; 28(2): 66–78.

22. Morgan K, Muluneh B, Deal A, Amerine L. Impact of an integrated oral chemotherapy program on patient adherence. J Oncol Pharm Pract. 2017; 24(5): 332–6.

23. Doolin J, Berry J, Forbath N, Tocci N, Dechen T, Li S, et al. Implementing electronic patient-reported outcomes for patients with new oral chemotherapy prescriptions at an academic site and a community site. Jco Clin Cancer Informatics. 2021; (5): 631–40.

24. Fishbein et al. Penggunaan MPR dan Aplikasi Mobile dalam Pengukuran Kepatuhan. Med Adherence J. 2017; 15(4): 98–112.

25. Hadi et al. Validasi MMAS-8 dan BMQ dalam Bahasa Indonesia. J Pharmacol Res. 2024; 22(1): 56–70.

26. Ingwu et al. Faktor Budaya dalam Kepatuhan Kemoterapi. Int J Oncol Nurs. 2019; 18(5): 112–28.

27. Morgan et al. Evaluasi Metode Pengukuran Kepatuhan Kemoterapi. J Clin Oncol. 2017; 28(1): 78–92.

28. Jiang et al. Studi Longitudinal dalam Pengukuran Kepatuhan Pasien. J Med Res. 2011; 22(3): 78–95.

29. Degu et al. Kombinasi MMAS-8 dan MPR untuk Evaluasi Kepatuhan. Int J Pharm Sci. 2020; 35(2): 112–28.

30. Altwairgi et al. Pengaruh Kombinasi Metode terhadap Akurasi Pengukuran Kepatuhan. Oncol Adherence J. 2015; 28(4): 98–115.




DOI: https://doi.org/10.18860/jim.v9i2.32182

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Editorial Office:

Faculty of Medical and Health Sciences,
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
Gedung Ibnu Thufail Lt.1, Jln. Locari, Desa Tlekung, Kota Batu
Faximile (+62) 341 558933
e-mail: medicaljournal@uin-malang.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.