Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi Pada Usia 6-12 Bulan

Apriyani Puji Hastuti, Rifatul Fani

Abstract


Latar belakang: Berat badan bayi merupakan indikator utama pertumbuhan dan status kesehatan secara keseluruhan. Pertambahan berat badan optimal selama masa bayi mencerminkan nutrisi yang memadai, fungsi metabolisme, dan kemajuan perkembangan. Pijat bayi adalah intervensi non-farmakologis yang diyakini dapat meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan fungsi pencernaan, dan merangsang hormon yang berhubungan dengan pertumbuhan, yang dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan pada bayi. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat bayi terhadap pertambahan berat badan pada bayi usia 6-12 bulan. Metode: Studi ini menggunakan desain pra- eksperimental One Group Pretest-Posttest. Sebanyak 74 bayi dipilih dari populasi 90 menggunakan pengambilan sampel berurutan. Intervensi terdiri dari pijat bayi konvensional yang diberikan delapan kali selama empat minggu. Berat badan bayi diukur sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan Uji T Berpasangan untuk menentukan pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan berat badan rata-rata bayi dari 7,1419 kg sebelum intervensi menjadi 7,5243 kg setelah intervensi. Analisis statistik menggunakan Uji T Berpasangan menunjukkan nilai p 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan peningkatan berat badan yang signifikan secara statistik setelah pijat bayi. Kesimpulan: Pijat bayi memiliki pengaruh

signifikan terhadap peningkatan berat badan pada bayi usia 6-12 bulan. Oleh karena itu,

pijat bayi dapat dianggap sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif dan aman untuk mendukung pertumbuhan bayi yang optimal.


Full Text:

PDF

References


  1. Arikunto, S. (2020). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik Rineka Cipta
  2. Badan Pusat Statistik Kabupaten Lumajang. (2019). Statistik Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Lumajang 2019. Lumajang: BPS Kabupaten Lumajang.
  3. Carolin, B. T., Suprihatin, & Agustin, C. (2020). Pijat bayi dapat menstimulus peningkatan berat badan pada bayi. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 10(2), 28–33.https://doi.org/10.33221/jiki.v10i0 2.478
  4. Damanik, H. A., Simamora, N. S., & Sitanggang, F. H. (2022). Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Bayi Usia 0-6 bulan. Indonesian Health Issue. 1(1), 83-89. https://doi.org/10.47134/inhis.v1i1

.15

  1. Damanik, N. S., Simanjuntak, P., & Sinaga, P. N. F. (2022). Pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan pada bayi umur 0–6 bulan. Indonesian Health Issue, 1(1), 83–89. https://doi.org/10.47134/inhis.v1i1

.15

  1. Dianita Zahra, F. (2022). Pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur dan kenaikan berat badan bayi di Klinik Sejahtera Medan. Jurnal Keperawatan Nusantara, 5(1), 45-
  2. Kasmawati, & Jumrana. (2024). Pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 0–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tamalate Kota Makassar. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan, 10(1), 33–41.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pijat Bayi untuk Tenaga Kesehatan dan Keluarga. Direktorat Gizi Masyarakat, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kemenkes RI.Himman, L.M. 2002.
  4. Perubahan Moral: Etika Bisnis Setelah Enron. Publikasi Universitas San Diego. http: ethics.sandi SUBSedu/LMH/oped/Enron/index

10.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Standar Antropometri Anak. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat, Kemenkes RI.

11.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kemenkes RI.

12.Molla, M., Gizachew, T.,& Wondwossen, T. (2019). Prevalence and associated factors of underweight among infants and young children in Southeast Asia: A systematic review. BMC Nutrition, 5(1), 76–84. https://doi.org/10.1186/s40795- 019-0333-5

13.Nita, A., & Sari, M. (2024). Meningkatkan pertumbuhan bayi: Menjelajahi pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan usia 1–6 bulan. Jurnal Riset Kebidanan dan Kesehatan, 6(1), 45–52. Retrieved from https://jurnal.kebidanan.id/jrkk/arti cle/view/276.


14.Nursalam. (2020). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis (Edisi 5). Salemba Medika.

15.Rini, S., & Lestari, R. (2022). Efektivitas pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi usia 6–12 bulan di Posyandu Bunga Harapan. Jurnal Kebidanan Indonesia, 13(1), 57–65.

16.Sepiningsih, N. W. A., Himawati, L., & Untari, S. (2024). Pemberian pijat bayi untuk peningkatan berat badan bayi di Klinik Luqi Medika. The Shine Cahaya Dunia Kebidanan, 9(1),7–12. https://ejournal.annurpurwodadi.ac

.id/index.php/TSCBid/article/view/ 484.

17.Setiawandari, N. (2019). Modul Stimulasi Pijat Bayi untuk Tenaga Kesehatan dan Keluarga. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

18.Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi Revisi) Alfabeta.

19.Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi Revisi) Alfabeta.

20.Wardani, D. A. (2019). Pengaruh terapi pijat bayi terhadap berat badan bayi usia 6-12 bulan. Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Indonesia, 10(3), 101-108.

https://ejournal.akbidwirausaha.ac. id/index.php/jkki/article/view/109

21.World Health Organization. (2022). Global Nutrition Targets 2025: Low Birth Weight Policy Brief (WHO/NMH/NHD/14.5).




DOI: https://doi.org/10.18860/jim.v10i1.40360

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Editorial Office:

Faculty of Medical and Health Science
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Campus 3, Jl. Locari, Tlekung, Batu City
e-mail: medicaljournal@uin-malang.ac.id


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.