KEPEMIMPINAN KOLEKTIF DI PONDOK PESANTREN (STUDI MULTISITUS DI PP. TEBUIRENG JOMBANG, PP. BAHRUL ULUM TAMBAKBERAS JOMBANG DAN PP. MAMBAUL MA’ARIF DENANYAR JOMBANG)
Abstract
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang unik, tidak saja karena keberadaannya yang sudah sangat lama, tetapi juga karena kultur, metode dan jaringan yang diterapkan oleh lembaga agama tersebut berbeda dengan lembaga pendidikan Islam lainnya. Besarnya peranan pondok pesantren dalam pemberdayaan masyarakat tentunya tidak bisa lepas dari peranan kiai sebagai pemilik sekaligus sebagai pemimpin pesantren dalam menggerakkan komunitas pesantren. Dalam memimpin sebuah pondok pesantren, Kiai memiliki karakteristik kepemimpinan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain, hal tersebut disesuaikan pula dengan karakteristik pondok pesantren yang dipimpinnya. Dewasa ini memang kepemimpinan pesantren yang terjadi tidak lagi menerapkan kepemimpinan tunggal, dan organisasi pesantren pun telah dimasukkan dalam bentuk yayasan. Dengan gejala baru ini, maka organisasi pesantren menjurus kearah impersonal, tanpa mengurangi peranan kiai sebagai pemimpin tertinggi, maka kepemimpinan mengarah pada pola kolektif, sesuai dengan hierarkhi kepemimpinan sebuah organisasi yayasan.
Full Text:
PDFReferences
Dhofier, Zamakhsyari. 1994. Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kiai. Jakarta: LP3ES
Dhofir, Syarqawi. 2004. Kekuasaan dan Otoritas Kiai dalam Pondok Pesantren. Surabaya: UNESA
Likert, Rensis. 1967. The Human Organization: Its Management and Value. New York: McGraw-Hill
Rivai, Veithzal. 2013. Islamic Management: Meraih Sukses melalui Praktis Manajemen Gaya Rasulullah secara Istiqomah. Yogyakarta: BPFE
Robbins, Stephen P. 2003. Organizational Behavior. Mexico: Prentice Hall
DOI: https://doi.org/10.18860/jpai.v4i2.6257
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2018 J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Indexed by:






